Bupati Tabanan Cek Relokasi Pedagang Pasar Senggol

Cahyo S. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 79 dibaca
Bisik.id
Bupati Tabanan Cek Relokasi Pedagang Pasar Senggol

Gambar atau konten salah?

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya meninjau secara langsung proses relokasi pedagang Pasar Senggol Tabanan dari Jalan Gajah Mada ke area Gedung Kesenian I Ketut Marya, Tabanan, Bali. Tujuannya jelas: memastikan semua berjalan tertib dan para pedagang tetap dapat berjualan meski kawasan sedang ditata.

Dalam kunjungan tersebut, Sanjaya menegaskan bahwa relokasi bukan sekadar memindahkan pedagang. Ia menekankan bahwa langkah ini bagian dari upaya penataan wajah Kota Tabanan agar lebih tertib, bersih, nyaman, dan tetap mendukung keberlangsungan ekonomi masyarakat kecil serta pelaku UMKM.

“Pasar Senggol ini menyangkut UMKM dan kebutuhan masyarakat, sehingga harus ditangani dengan penuh kehati-hatian. Pemerintah tidak pernah berniat menyengsarakan pedagang, justru ingin memastikan semuanya tetap dapat mencari nafkah dengan nyaman,” ujar Sanjaya di sela‑sela meninjau relokasi pedagang, Kamis (21 Mei 2026) malam.

Sanjaya menambahkan bahwa pengelolaan fasilitas umum memerlukan tata kelola yang baik dan terorganisir. Ia mengajak pemerintah kabupaten untuk menerapkan pola pengelolaan berbasis badan layanan atau manajemen khusus agar fasilitas publik dapat terurus secara optimal.

Ia juga menekankan pentingnya kebersihan dan pengelolaan sampah. “Kebersihan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama. Jika kota bersih dan tertata, masyarakat akan nyaman,” imbuh politikus PDIP asal Dauh Pala Tabanan tersebut.

Relokasi sementara Pasar Senggol menjadi bagian dari rencana besar penataan kawasan Kota Tabanan. Rencana tersebut mencakup revitalisasi Jalan Gajah Mada, penataan Terminal Pesiapan, dan pengembangan pasar modern berbasis tradisional melalui Pasar Gadarata Singasana.

Bendesa Adat Kota Tabanan, Made Suwardika, menjelaskan bahwa sebanyak 187 pedagang pemegang kartu izin resmi telah terakomodasi di lokasi baru. Sedangkan pedagang musiman untuk sementara belum diperkenankan berjualan demi menjaga ketertiban dan kenyamanan kawasan.

Penataan lokasi dilakukan dengan memperhatikan kebersihan dan kesucian area sekitar pura. Pedagang kuliner ditempatkan pada zona khusus yang dilengkapi pengelolaan limbah. Pedagang lainnya menempati area terpisah agar kawasan tetap tertata rapi.

Dengan langkah-langkah ini, pemerintah berharap dapat menciptakan lingkungan yang bersih, tertib, dan tetap mendukung ekonomi lokal. Proses relokasi ini menunjukkan upaya nyata dalam menata kota sambil menjaga kesejahteraan pedagang.

Bupati TabananPasar Senggolrelokasi pedagangJalan Gajah MadaUMKMkebersihan kotapengelolaan sampah

Komentar

Memuat komentar...