Daihatsu Tenang, 11 Dealer Tutup Pindah Jual Mobil China
Gambar atau konten salah?
Di tengah gelombang peralihan yang terjadi di pasar otomotif Indonesia, sebuah kabar mencuat: Asco Automotive, salah satu mitra dealer resmi Daihatsu, menutup 11 jaringan outlet mereka. Keputusan ini bukan sekadar penutupan biasa. Grup dealer tersebut memilih untuk beralih — mereka akan mulai menjual mobil-mobil buatan China. Pertanyaannya, apakah langkah ini membuat Daihatsu bereaksi? Apakah ada evaluasi khusus yang digelar?
Belakangan, fenomena ini memang tidak bisa diabaikan. Banyak outlet yang sebelumnya setia pada merek mobil Jepang, satu per satu tumbang. Mereka memilih berhenti menjual produk-produk Jepang dan beralih menjadi gerai penjualan untuk merek-merek China. Alasannya? Teknologi elektrifikasi yang ditawarkan dan harga yang lebih terjangkau menjadi daya tarik utama. Tapi bagi Daihatsu, ceritanya berbeda.
Tri Mulyono, yang menjabat sebagai Customer Relation Division Head di PT Astra International Tbk-Daihatsu Sales Operation atau AI-DSO, angkat bicara. Ia menjelaskan bahwa Daihatsu tidak merespons fenomena ini dengan cara yang terlalu serius. Menurut Tri, evaluasi bulanan memang tetap berjalan. Tapi itu sudah menjadi rutinitas, bukan sesuatu yang istimewa.
"Karena tindakan ini kan memang keputusan bisnis dari masing-masing dealer. Tentunya buat kami juga tidak bisa menjadikan dengan adanya hal ini, lalu membuat evaluasi khusus. Karena evaluasi tetap kami lakukan. Secara 3 bulanan kami tetap melakukan evaluasi terhadap performance masing-masing dealer," kata Tri kepada wartawan di Depok pada Minggu, 21 Juni 2026.
Tri melanjutkan, sebenarnya mekanisme evaluasi dan kontrol sudah ada sejak awal. "Tapi kebetulan karena memang ini menjadi satu keputusan bisnis dari dealer tersebut, maka kami juga tidak ada treatment khusus untuk bisa melakukan evaluasi kembali karena memang mekanismenya sudah ada," sambungnya. Artinya, tidak ada perlakuan istimewa. Semua berjalan sesuai prosedur yang sudah ditetapkan.
Di sisi lain, jumlah dealer Daihatsu di Indonesia masih sangat banyak. Mereka tidak perlu khawatir kehilangan jangkauan. Saat ini, total ada 23 grup dealer yang menjadi mitra Daihatsu. Dari situ, terdapat 250 outlet resmi yang tersebar di seluruh Indonesia. Angka itu cukup untuk memastikan konsumen setia Daihatsu tetap terlayani dengan baik.
Fenomena peralihan ke mobil China memang sedang hangat. Tapi bagi Daihatsu, ini bukan alarm yang perlu dibunyikan. Keputusan bisnis tetaplah keputusan bisnis — setiap dealer punya jalannya sendiri. Yang penting, evaluasi rutin tetap berjalan, dan mekanisme yang sudah ada tidak perlu diubah secara khusus hanya karena satu-dua dealer memilih jalan berbeda.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Toyota Panggil Produsen Jepang Bersatu Lawan Mobil China
Tragedi Indramayu: 12 Tewas Akibat Pikap Angkut Manusia
BYD Tabrak Kaca Gedung SCBD, Sopir Salah Injak Pedal
Mitsubishi Luncurkan XForce Hybrid, SUV Irit Pertama
Recall Stiker, Subaru Tarik 541 Ribu Mobil di AS
Rincian Tarif SWDKLLJ 2025, Dari Motor hingga Truk
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
