Diskes Karangasem Peringatkan Masyarakat Waspada Hantavirus
Gambar atau konten salah?
Diskes Karangasem mengingatkan kelompok masyarakat dengan risiko tinggi untuk lebih waspada terhadap potensi penyebaran hantavirus. I Gusti Bagus Putra Pertama, kepala Dinas Kesehatan, menilai pentingnya antisipasi dini meski belum ada kasus hantavirus terdeteksi di daerah.
Pekerja di sektor tertentu—petani, buruh gudang, dan petugas kebersihan—dinyatakan paling rentan. Mereka sering bersentuhan dengan lingkungan yang terkontaminasi kotoran tikus, sehingga risiko penularan meningkat.
"Lingkungan yang lama tertutup dan terdapat kotoran tikus menjadi salah satu faktor risiko utama. Selain itu, masyarakat yang tinggal di kawasan dengan populasi tikus tinggi juga perlu lebih waspada," kata Pertama, Jumat (29/5/2026).
Menurutnya, hantavirus ditularkan lewat kontak dengan urine, air liur, atau kotoran tikus yang terkontaminasi. Penularan juga dapat terjadi melalui debu yang terhirup, makanan yang terpapar, maupun luka terbuka.
Gejala yang muncul beragam, mulai dari demam, mual, muntah, hingga gangguan paru-paru dan fungsi ginjal. Karena itu, masyarakat diminta tidak menganggap remeh kebersihan lingkungan sebagai langkah pencegahan utama.
Diskes Karangasem telah melakukan sosialisasi sebagai bentuk kesiapsiagaan. Langkah ini diambil setelah kasus hantavirus ditemukan di luar negeri, termasuk di kapal pesiar, yang kini menjadi perhatian dunia melalui World Health Organization.
"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang namun waspada. Kunci utamanya adalah menjaga kebersihan lingkungan, menutup akses masuk tikus ke rumah serta memastikan makanan tersimpan dengan baik," ucap Pertama.
Masyarakat juga disarankan membersihkan rumah dengan cara pel basah, bukan menyapu, guna mencegah debu yang berpotensi mengandung virus beterbangan di udara.
"Dengan langkah pencegahan yang tepat dan kesadaran masyarakat yang tinggi, kami yakin penyebaran hantavirus dapat dihindari," tandas Pertama.
Kesimpulannya, peningkatan kewaspadaan dan kebersihan lingkungan menjadi kunci mencegah penyebaran hantavirus di Karangasem.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
