DPRD Bali Usulkan Topik Sampah di Kurikulum PAUD, TK, SD
Gambar atau konten salah?
Denpasar – DPRD Bali mengusulkan agar topik sampah dan kebersihan lingkungan dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan sejak usia dini. Usulan ini mencakup Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), dan Sekolah Dasar (SD).
Koordinator Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Bali anggaran 2025, Gede Kusuma Putra, menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Paripurna DPRD Bali pada Jumat, 24 April 2026.
“Dipandang perlu untuk dilakukan kajian mendalam sehingga dimungkinkan persoalan‑persoalan kesehatan, sampah, dan kebersihan lingkungan masuk dalam kurikulum pendidikan di tingkat usia dini, TK dan mungkin SD,” kata Putra.
Ia menilai bahwa masalah sampah saat ini sangat melekat di Bali. “Menurutnya, persoalan sampah saat ini sangat melekat dengan Bali. Ia menilai berbagai upaya yang dilakukan pemerintah selama ini masih berfokus pada aspek teknologi.”
Putra menambahkan, “Namun, kata dia, tanpa perubahan pola pikir atau mindset masyarakat, upaya tersebut tidak akan berjalan optimal.”
Ia mengingatkan bahwa “Tapi untuk jangka panjang kalau mindset masyarakat tidak berubah kalau kondisinya sama dengan seperti sekarang rasanya kemajuan teknologi juga akan berat mengiringi kondisi, lebih‑lebih penduduk akan terus bertambah,” jelasnya.
“Karena itu, ia menekankan pentingnya memberikan pemahaman sejak dini kepada anak‑anak mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, khususnya melalui pendidikan di sekolah.”
Usulan ini menyoroti perlunya pendekatan edukatif yang berkelanjutan untuk mengatasi masalah sampah di Bali.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
