Erick Thohir Bahas SEA Games, Filipina Jadi Tuan Rumah

Ani R. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 78 dibaca
Bisik.id
Erick Thohir Bahas SEA Games, Filipina Jadi Tuan Rumah

Gambar atau konten salah?

Denpasar, Senin, 4 Mei 2026. Menteri pemuda dan olahraga (Menpora) se‑Asia Tenggara berkumpul di The Meru, Sanur, Denpasar untuk membahas regulasi dan masa depan Southeast Asian Games (SEA Games).

“Tadi kami bicara SEA Games, bahkan Filipina mau jadi host‑nya,” kata Menpora RI, Erick Thohir, saat konferensi pers Southeast Asia Ministerial Meeting of Youth and Sports.

Menurut Erick, pertemuan ini menandai langkah awal hubungan resmi antara para menpora dengan South East Asian Games Federation (SEAGF). Ia berharap SEA Games dapat menjadi ajang yang membanggakan bagi seluruh negara, sekaligus mempromosikan keunggulan olahraga di kawasan ini.

Erick menegaskan bahwa SEA Games tidak boleh menjadi arena perbedaan. “Kami ingin semua negara menjadi satu kesatuan dalam pengembangan ajang ini tanpa memandang tuan rumah atau tidak,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya menjaga kontinuitas cabang‑cabang olahraga agar atlet yang sudah juara di Olimpiade tetap memiliki platform kompetisi di tingkat SEA Games.

“Jangan justru kemarin ada juara gymnastic dari Filipina tidak bisa bertanding,” terangnya.

Rencana selanjutnya adalah melanjutkan diskusi bersama National Olympic Committee (NOC) dan SEAGF. Erick menyatakan, “Formula‑formula ini nanti kami sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga dengan NOC, kami akan duduk bersama untuk bisa improve SEA Games ke depan,” ujarnya.

Ia tetap menghargai siapa pun yang akan menjadi tuan rumah SEA Games 2031. Erick berharap ajang tersebut tidak lagi berfokus pada status tuan rumah, melainkan pada kesatuan dan kualitas olahraga yang terus berkembang.

Erick juga menyoroti pentingnya setiap negara mempertahankan atlet dan cabang unggulan mereka hingga Olimpiade. Contohnya, Indonesia di bulutangkis, angkat besi, dan panjat tebing; Thailand di taekwondo; Vietnam di menembak; Filipina di gymnastic; dan Singapura di renang serta lari marathon.

Selain SEA Games, Erick mengangkat satu isu penting: acara lari marathon bersama. Ia menambahkan, “Tadi kami coba bicarakan kami punya event bersama seperti marathon, cycling, kalau di banyak negara ada London Marathon, Boston, New York, Tokyo, kenapa Asia Tenggara (tidak bisa), bisa Singapore, Timor Leste, Indonesia, Filipina, Malaysia, dan lain‑lain,” jelas Erick.

Menurutnya, inisiatif ini dapat memicu sinergi pengembangan pariwisata olahraga di masing‑masing negara. “Asia Tenggara merupakan salah satu region terbesar, yakni memiliki 650 juta jiwa. Pertumbuhan perekonomian di kawasan ini sangat bagus. Dan kami lihat memang sport tourism, sport industry, menjadi bagian untuk pembangunan ekonomi ke depan,” sambung Erick.

Perbincangan juga mencakup topik kepemudaan. Erick menilai bahwa pemuda saat ini memiliki dampak besar terhadap perubahan global, baik melalui AI, kesehatan mental, maupun pekerjaan. Ia mengajak negara-negara untuk melakukan benchmarking program-program yang dapat diterapkan secara lokal.

“Apakah AI, mental health, atau jobs. Nah kita coba benchmarking, program‑program apa yang baik yang bisa di‑applicable di masing‑masing negara,” terangnya.

Erick menekankan bahwa pertemuan pertama ini tidak dimaksudkan sebagai lomba menjadi negara terhebat, melainkan sebagai momen belajar bersama. Ia berharap saudara‑saudara Asia Tenggara dapat saling mengisi dan memberikan kontribusi nyata bagi pemuda di setiap negara.

“Tetapi justru bagaimana kita sebagai saudara Asia Tenggara saling mengisi untuk beri kontribusi nyata untuk para pemuda yang ada di masing‑masing negara, tentu saya khususnya Indonesia,” beber Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) itu.

Secara keseluruhan, pertemuan ini menandai langkah awal kolaborasi regional dalam memperkuat SEA Games, mengembangkan acara maraton bersama, dan meningkatkan kualitas pemuda melalui program-program inovatif. Dengan tekad bersama, para menpora berharap olahraga di Asia Tenggara dapat tumbuh lebih solid dan berdaya saing di kancah internasional.

SEA GamesErick ThohirMarathonPemudaSport TourismAI

Komentar

Memuat komentar...