Guru SDN 6 Denpasar Tambah Gambar Lucu di Nilai Ujian Murid
Gambar atau konten salah?
Putu Putri Adelia Savitri, seorang guru muda berusia 25 tahun, mengajar di SDN 6 Dangin Puri Denpasar. Cara mengoreksi lembar ujian muridnya membuatnya dikenal di media sosial. Ia menambahkan gambar lucu dan catatan singkat pada setiap lembar jawaban.
Setiap kali siswa mengumpulkan kertas ujian, Putri tidak hanya menulis nilai. Ia menempelkan gambar kartun atau foto yang menggemaskan, lalu menuliskan motivasi singkat di samping nilai tersebut. Metode ini berlaku untuk siswa yang nilai tinggi maupun yang nilai rendah.
"Saya memberikan penilaian berisi gambar dan sedikit catatan, agar siswa saya menjadi terhibur dan tidak sedih ketika mendapatkan nilai di bawah rata-rata," ujar Putri.
Putri berasal dari Desa Banjar Tegeha, Kecamatan Banjar, Buleleng. Ia memutuskan ide ini setelah melihat banyak siswa yang belum mencapai nilai maksimal dan menulis dengan kualitas yang masih kurang. Menurutnya, gambar dan catatan kecil dapat memberi dorongan semangat.
"Ide ini hadir memang sudah direncanakan, karena melihat banyak sekali siswa saya yang belum tuntas nilainya, kualitas tulisannya masih belum baik. Untuk itu saya memberikan dorongan dan semangat di dalam catatan-catatan kecil di samping nilai," ungkap guru mata pelajaran Bahasa Bali ini.
Setelah mengirimkan nilai, Putri menuliskannya di kertas ujian agar murid dapat menyimpannya. Banyak murid yang terkesan dan senang dengan gambar-gambar lucu tersebut. Ia juga mengajak guru lain untuk mencoba pendekatan kreatif ini.
Reaksi positif tidak hanya datang dari murid. Banyak warganet yang memuji cara mengajar Putri. Ia merasa senang ketika melihat komentar positif dan mengajak semua pendidik untuk mengembangkan kreativitas dalam penilaian.
"Saya sangat senang juga banyak guru mau melakukan hal tersebut ke anak didiknya. Saya ingin sekali semua siswa di Bali dan Indonesia merasakan hal yang sama dalam hal penilaian," tambah Putri. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara profesionalisme dan kedekatan dengan siswa.
Putri menegaskan bahwa penilaian yang kaku dapat membuat siswa menjauh dari guru. Ia berpendapat bahwa guru harus tahu kapan harus dekat dan kapan harus tegas. Pendekatan ini, menurutnya, dapat membuat siswa lebih terbuka dan termotivasi.
Dengan metode sederhana namun penuh perhatian, Putu Putri Adelia Savitri menunjukkan bahwa cara mengoreksi nilai tidak harus monoton. Gambar lucu dan catatan singkat menjadi alat yang efektif untuk menyampaikan pesan positif kepada siswa, baik yang berprestasi maupun yang masih belajar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
