Hari Arafah: Fasting Bersih Dosa dan Pahala Khusus di Haji

Tika M. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 74 dibaca
Bisik.id
Hari Arafah: Fasting Bersih Dosa dan Pahala Khusus di Haji

Gambar atau konten salah?

Denpasar – Satu hari sebelum Idul Adha, umat Islam yang menjadi jamaah haji berkumpul di Jabal Rahmah. Mereka melakukan ibadah wukuf, sementara yang tidak ikut menjadi tamu Allah pada hari itu berpuasa. Puasa Arafah berbeda dengan puasa Ramadhan. Ia digolongkan sebagai sunnah, artinya pelaksanaannya mendapat pahala dan tidak terkena hukuman jika ditinggalkan.

Keunikan puasa Arafah tidak hanya terletak pada statusnya. Ada beberapa penafsiran tentang asal penamaannya, yang sering kali menjadi perbincangan di kalangan ulama. Menurut laman resmi Nahdlatul Ulama (NU) Online, Imam Fakhrudin Ar‑Razi mengemukakan tiga alasan. Pertama, pada hari tersebut nenek moyang manusia, Adam dan Hawa, dipertemukan kembali. Pasangan suami istri yang diturunkan dari Surga ini akhirnya saling tahu (Arafa) setelah berpisah selama bertahun‑tahun di bumi.

Alasan kedua, Nabi Ibrahim mengetahui (Arafah) tentang kebenaran mimpi menyembelih Ismail yang Ia alami, yang membuatnya bingung. Alasan ketiga, Allah SWT memberitahukan (yata'arrafu) kabar gembira bahwa mereka yang sedang melaksanakan ibadah haji akan mendapatkan ampunan dan rahmat. Begitu luar biasanya Hari Arafah sehingga banyak riwayat yang menyoroti keutamaan yang dimilikinya.

Keutamaan Hari Arafah tercermin dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim. Hadits tersebut memuat percakapan antara Umar bin Khattab dan seorang Yahudi tentang Hari Arafah. Berikut kutipan haditsnya:

آيَةٌ فِى كِتَابِكُمْ تَقْرَءُونَهَا لَوْ عَلَيْنَا مَعْشَرَ الْيَهُودِ نَزَلَتْ لاَتَّخَذْنَا ذَلِكَ الْيَوْمَ عِيدًا . قَالَ أَىُّ آيَةٍ قَالَ ( الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِى وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِينًا ) . قَالَ عُمَرُ قَدْ عَرَفْنَا ذَلِكَ الْيَوْمَ وَالْمَكَانَ الَّذِى نَزَلَتْ فِيهِ عَلَى النَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم - وَهُوَ قَائِمٌ بِعَرَفَةَ يَوْمَ جُمُعَةٍ

“Ada ayat dalam kalian yang kalian membacanya dan seandainya ayat tersebut turun di tengah‑tengah orang Yahudi, tentu kami akan menjadikannya sebagai hari perayaan (hari ide).” “Ayat apakah itu?” Tanya Umar. Ia berkata, “(ayat yang artinya): Pada hari ini telah Ku‑sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku‑cukupkan kepadamu nikmat‑Ku, dan telah Ku‑ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” “Umar berkata: Kami telah mengetahui hal itu yaitu hari dan tempat di mana ayat tersebut diturunkan pada Nabi saw. Beliau berdiri di Arafah pada hari Jumat.” (HR Bukhari no.45 dan Muslim no.3017).

Hadits tersebut menegaskan bahwa Hari Arafah begitu mulia. Bahkan umat Yahudi sekalipun akan menjadikannya hari raya jika itu diwahyukan kepada mereka. Pada hari tersebut Allah SWT menurunkan wahyu yang menutup seluruh syariat dan dinyatakan sempurna.

Puasa pada Hari Arafah juga memiliki keistimewaan. Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim menjelaskan bahwa puasa sunnah yang dilakukan pada Hari Arafah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Berikut kutipan haditsnya:

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ

“Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no.1162).

Keutamaan tersebut menambah nilai spiritual bagi setiap orang yang melaksanakan puasa di Hari Arafah. Tidak hanya menambah pahala, tetapi juga memberi kesempatan untuk membersihkan diri dari dosa masa lalu dan masa depan. Karena itu, tidak mengherankan jika banyak orang memilih untuk berpuasa pada hari itu.

Semoga ulasan mengenai penamaan Hari Arafah dan keutamaannya dapat bermanfaat bagi pembaca. Dengan memahami asal nama dan nilai-nilai yang terkandung, kita dapat lebih menghargai ibadah yang telah ditetapkan. Hari Arafah bukan sekadar hari biasa; ia adalah hari di mana sejarah, iman, dan ampunan bersatu dalam satu titik waktu yang penuh makna.

nor/nor

Hari ArafahPuasa ArafahKeutamaan Hari ArafahHadits BukhariImam Fakhrudin Ar‑RaziPenamaan ArafahAmaran

Komentar

Memuat komentar...