Hari Tasyrik 2026: Makan, Minum, dan Zikir di Akhir Idul Adha
Gambar atau konten salah?
Hari Raya Idul Adha jatuh pada tanggal 27 Mei 2026. Setelah hari itu, umat Islam melanjutkan perayaan dengan Hari Tasyrik, yang berlangsung pada 28, 29, dan 30 Mei 2026. Hari Tasyrik ini disebut dalam Al‑Qur’an, Surah Al‑Baqarah ayat 203: “Berdzikirlah kepada Allah pada hari yang telah ditentukan jumlahnya.”
Istilah Hari Tasyrik merujuk pada tiga hari setelah Idul Adha, yaitu 11, 12, dan 13 Dzulhijjah 2026. Menurut hadis, Hari Tasyrik adalah hari untuk makan, minum, dan zikir. Seperti yang diriwayatkan oleh Nubaisyah Al‑Hudzali, Rasulullah saw bersabda:
“عَنْ نُبَيْشَةَ الْهُذَلِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَزَادَ فِي رواية وَذِكْرٍ لِلَّهِ”
Umat Islam biasanya menyembelih hewan kurban hingga hari terakhir Tasyrik. Setelah disembelih, daging biasanya dimasak menjadi dendeng, bakso, atau masakan lain. Proses penyembelihan tetap mengikuti tata cara Idul Adha, meski beberapa ulama menganggap penyembelihan hanya tiga hari, mulai dari Idul Adha hingga 12 Dzulhijjah.
Berikut beberapa amalan yang biasa dilakukan selama Hari Tasyrik:
- Berzikir setelah salat wajib, biasanya dengan takbir muqayyad.
- Melanjutkan pemotongan hewan kurban sesuai waktu dan tata cara yang sama seperti Idul Adha.
- Berzikir saat makan dan minum, memulai dengan bismillah dan diakhiri dengan alhamdulillah.
- Memperbanyak doa sapu jagat, doa yang paling sering dibaca Nabi saw, yaitu:
“كَانَ أَكْثَرُ دُعَاءِ النَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم - اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً ، وَفِى الآخِرَةِ حَسَنَةً ، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ”
Terjemahan: “Do'a yang paling banyak dibaca oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam: Allahumma Robbana aatina fid dunya hasanah wa fil akhiroti hasanah wa qina 'adzaban naar” (HR. Bukhari Nomor 2389 dan Muslim Nomor 2690).
Selama Hari Tasyrik, ada satu larangan utama: berpuasa. Puasa, yang biasanya diwajibkan pada bulan Ramadan, diubah menjadi larangan pada hari-hari Tasyrik. Hadis lain yang menegaskan larangan ini berasal dari Abu Hurairah, diriwayatkan oleh Imam Ahmad:
“Rasulullah Saw mengutus Abdullah bin Hufadzah untuk berkeliling Mina dan menyeru 'janganlah kalian puasa pada hari-hari ini (Hari Tasyrik) karena hari-hari itu merupakan hari-hari untuk makan, minum, dan zikir kepada Allah azza wa jalla'” (HR. Ahmad).
Dengan demikian, Hari Tasyrik menjadi periode di mana umat Islam dianjurkan untuk menikmati makanan dan minuman, sambil tetap mengingat Allah melalui zikir dan doa. Praktik ini menegaskan keseimbangan antara ibadah spiritual dan kebersamaan sosial setelah perayaan Idul Adha.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
