Idul Adha 1447: Waktu Salat di 3 Zona Indonesia 27 Mei
Gambar atau konten salah?
Idul Adha 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Penetapan tanggal 10 Dzulhijjah diumumkan melalui sidang isbat yang dipublikasikan oleh Kementerian Agama RI pada 17 Mei 2026.
Umat Islam di seluruh Indonesia diingatkan untuk mengetahui waktu pelaksanaan salat Id agar ibadah dapat dilaksanakan sesuai ketentuan syariat dan tidak melewati waktu yang dianjurkan. Mengetahui jadwal ini juga membantu jamaah mempersiapkan diri dengan lebih baik.
Menurut panduan fikih yang diambil dari NU Online, waktu paling utama untuk salat Idul Adha adalah sesegera mungkin setelah matahari terbit setinggi satu tombak, yakni sekitar 15–20 menit setelah matahari muncul di ufuk timur. Secara astronomis, waktu pelaksanaan salat Id di Indonesia biasanya berada pada kisaran pukul 06.30 hingga 07.30 waktu setempat.
Waktu pelaksanaan salat Id dapat berbeda tergantung letak geografis dan zona waktu daerah setempat. Berikut estimasi waktu di tiga zona waktu utama di Indonesia:
- Waktu Indonesia Barat (WIB): Pukul 06.30 – 07.00 WIB
- Waktu Indonesia Tengah (WITA): Pukul 07.00 – 07.30 WITA
- Waktu Indonesia Timur (WIT): Pukul 07.30 – 08.00 WIT
Bali berada di zona WITA, yang waktunya satu jam lebih cepat dibandingkan WIB. Oleh karena itu, pelaksanaan salat Id di berbagai wilayah Bali, termasuk Denpasar, umumnya dimulai sekitar pukul 07.00 WITA.
Nusa Tenggara Barat (NTB) juga termasuk dalam zona WITA. Di beberapa wilayah, seperti Kota Mataram, salat Id biasanya dilaksanakan sekitar pukul 06.30 – 07.00 WITA. Sementara di Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya di Kota Kupang, pelaksanaan salat Id umumnya dimulai lebih pagi, sekitar pukul 06.20 – 07.00 WITA, karena menyesuaikan waktu terbit matahari yang lebih cepat di wilayah timur Indonesia.
Meski demikian, masyarakat tetap perlu menyesuaikan waktu pelaksanaan salat Id di masing-masing daerah, mengikuti jadwal yang ditetapkan panitia penyelenggara di masjid maupun lapangan tempat salat berjamaah dilaksanakan.
Dalam pelaksanaan salat Idul Adha, umat Islam dianjurkan untuk memahami ketentuan niat yang merupakan bagian penting dari syarat sah ibadah. Niat salat Id dapat dibedakan menjadi dua kondisi, yaitu ketika dilaksanakan secara berjamaah dan ketika dikerjakan secara sendiri (munfarid). Kedua bentuk niat tersebut sama-sama dapat digunakan dan memiliki keutamaan yang baik, selama dilakukan sesuai kemampuan agar ibadah dapat dilaksanakan dengan sempurna dan khusyuk.
Niat Salat Idul Adha Berjamaah
اُصَلِّى سُنَّةً عِيْدِ الْأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا لِلَّهِ تَعَالَى
Usholli sunnatan 'iidil adha rok'ataini mustaqbilal qiblati ma'muuman lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Saya berniat salat sunnah Idul Adha dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta'ala."
Niat Salat Idul Adha Sendiri
أُصَلِّي سُنَّةً لِعِيْدِ الأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Ushallî sunnatan li 'îdil adla rak'taini lillâhi ta'ala.
Artinya: "Saya berniat salat sunnah Idul Adha dua rakaat karena Allah ta'ala."
Dengan mengetahui estimasi waktu pelaksanaan salat Idul Adha 2026 di wilayah Bali dan Nusa Tenggara, serta memahami niat yang tepat, umat dapat melaksanakan ibadah dengan khusyuk dan sesuai syariat. Menyesuaikan diri dengan jadwal yang berlaku di masing-masing daerah akan memudahkan persiapan dan pelaksanaan salat berjamaah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
