India Minta Tambahan Batu Bara dan Investasi Migas ke RI
Gambar atau konten salah?
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan dua permintaan utama India di sektor energi setelah Perdana Menteri Narendra Modi bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Permintaan tersebut berkaitan dengan minyak dan gas (migas) serta impor batu bara.
Bahlil menyebut kerja sama yang sudah terjalin dengan India berjalan sangat baik. Semua hal yang perlu ditingkatkan dan sudah menjadi komitmen kedua belah pihak akan diwujudkan. "Kalau kerja sama sama India itu, beberapa perpanjangan yang mereka pengin untuk masuk di oil and gas. Yang kedua, kita tahu bahwa salah satu negara tujuan ekspor batu bara kita itu ke India," kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Selasa, 07 Juli 2026.
Soal batu bara, Bahlil menjelaskan India meminta tambahan impor dan pemerintah Indonesia akan memprioritaskan permintaan tersebut. "Tergantung kebutuhan mereka, tapi pada prinsipnya adalah kita memberikan prioritas karena sebagai negara sahabat dan hubungan Indonesia sama India kan tidak hanya pada konteks sejak kita merdeka, sebelum itu pun sudah terjadi pertukaran budaya dan terjadi asimilasi dan karena itu kita hargai," jelas Bahlil.
Mengenai minyak dan gas, Bahlil hanya mengatakan akan ada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dari India yang akan bermitra dengan Pertamina. "Pokoknya, BUMN mereka. Mereka partner sama Pertamina," ujar Bahlil.
India merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia di sektor energi. Ekspor batu bara Indonesia ke India sudah berlangsung lama dan menjadi salah satu sumber devisa negara. Sementara di sektor migas, kerja sama dengan perusahaan-perusahaan India terus diperluas, termasuk melalui kemitraan dengan Pertamina.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
