Indonesia Kirim Pengemudi Bus ke Jepang lewat JIDS Baru

Iwan D. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 86 dibaca
Bisik.id
Indonesia Kirim Pengemudi Bus ke Jepang lewat JIDS Baru

Gambar atau konten salah?

Jakarta – Jumlah pengemudi bus asal Indonesia yang dipercaya bekerja di Jepang terus bertambah. Baru-baru ini, tiga pengemudi, Azzam Al Antar, Dwi Harjanto, dan Seto Ramadhan Siswadi, resmi diberi tugas di Prefektur Aichi.

Kenapa Jepang membuka lowongan bagi warga asing untuk mengemudi bus? Pemerintah Jepang sedang menghadapi kekurangan pengemudi. Untuk menanggulangi masalah ini, mereka berencana menerima 24.500 warga negara asing yang akan bekerja sebagai pengemudi taksi, bus, dan truk pada periode lima tahun hingga 2028.

Di 01 Maret 2024, pemerintah menambahkan pengemudi truk, bus, dan taksi asing ke dalam kategori izin tinggal “pekerja terampil khusus”. Langkah ini membuka industri transportasi otomotif bagi pekerja asing.

Indonesia menjadi salah satu negara sasaran utama. Menurut The Japan News, Indonesia sudah memiliki tempat pelatihan khusus untuk menyeleksi tenaga pengemudi terampil sebelum dikirim ke Jepang.

Di 01 Agustus 2024, berdiri Japan Indonesia Driving School (JIDS) di Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Lembaga ini didirikan oleh perusahaan Jepang, KS Global Co., bekerja sama dengan lembaga pelatihan kejuruan di Indonesia.

Di JIDS tersedia lintasan mengemudi lengkap dengan rambu berhenti berbahasa Jepang dan rambu penyeberangan kereta api bergaya Jepang. Lintasan juga dilengkapi tanjakan untuk latihan. Selain itu, para kandidat mendapatkan pendidikan bahasa Jepang, mulai dari percakapan dasar hingga tingkat yang dibutuhkan untuk lulus ujian SIM di Jepang.

Setelah lolos seleksi di Indonesia, para pengemudi harus mengganti SIM mereka dengan SIM Jepang. Untuk menjadi pengemudi bus atau taksi, mereka harus memperoleh SIM Kelas 2, yang merupakan persyaratan untuk mengangkut penumpang. Namun, mendapatkan SIM Kelas 2 tidak otomatis menjadikan mereka pengemudi bus seutuhnya. Mereka masih harus mengikuti pelatihan khusus di rute bus yang sebenarnya.

Kenichi Hikawa, Direktur Pelaksana KS Global, menjelaskan bahwa pengemudi bus Indonesia dicari perusahaan transportasi Jepang karena banyak kesamaan dalam aspek lalu lintas. Ia berkata, “Kuncinya yakni peraturan lalu lintas di Indonesia sama dengan di Jepang: lalu lintas di sisi kiri jalan, dan pengemudi di sisi kanan mobil.”

Ia menambahkan, “Ada keuntungan lain, seperti pangsa pasar mobil Jepang yang tinggi di Indonesia, yang membuat orang Indonesia terbiasa mengendarai kendaraan Jepang.”

Faktor agama juga memengaruhi perekrutan. Naomi Irie, Kepala Bagian Rekrutmen Meitetsu Bus Co. yang berbasis di Nagoya, menyatakan, “Sebagian besar warga Indonesia beragama Islam, yang memberi kami ketenangan pikiran terkait insiden yang berhubungan dengan alkohol, dan mereka ramah serta serius.”

Itulah alasan utama di balik keputusan kami untuk mempekerjakan mereka,” tambah Ia.

Pengemudi Indonesia kini melewati jalur seleksi ketat di Indonesia, pelatihan bahasa dan simulasi di JIDS, penggantian SIM, dan pelatihan rute bus di Jepang. Kesesuaian aturan lalu lintas, pengalaman mengendarai kendaraan Jepang, serta nilai budaya dan kepercayaan yang sejalan menjadi faktor utama yang membuat perusahaan transportasi Jepang memilih pengemudi Indonesia. Dengan sistem pelatihan terintegrasi, Indonesia dapat terus menjadi sumber tenaga kerja pengemudi bus yang andal bagi Jepang.

Pengemudi bus IndonesiaJepangJIDSSIM JepangKS GlobalTransportasi otomotifPeraturan lalu lintas

Komentar

Memuat komentar...