Indonesia Siap Produksi Sedan Listrik Nasional di Karawang
Gambar atau konten salah?
Jakarta – Pemerintah Indonesia menyiapkan delapan klaster program prioritas yang akan dijalankan pada tahun 2027. Salah satunya adalah pengembangan mobil dan motor nasional.
Menurut Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional dan Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, ada total 60 program prioritas yang akan dilaksanakan. Program-program tersebut dibagi menjadi delapan klaster: kedaulatan dan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, infrastruktur, perumahan, serta ketahanan bencana, ekonomi kerakyatan dan desa, dan penurunan kemiskinan.
“Kami telah merincikan delapan klaster PKPN (Program Kerja Prioritas Nasional) yang akan dilaksanakan sampai nanti tahun 01 Januari 2029. PKPN ini dilaksanakan melalui delapan klaster utama dengan total 60 program untuk memperkuat kemandirian bangsa,” jelas Rachmat dalam tayangan Rakorbangpus 01 Januari 2026, yang disiarkan secara online oleh Bappenas RI.
Presiden Prabowo Subianto telah sering menegaskan keinginannya untuk memproduksi kendaraan nasional sendiri. Ia tidak hanya menargetkan mobil, tetapi juga motor, bus, dan truk. Baru-baru ini, Prabowo mengumumkan bahwa Indonesia akan memproduksi sedan listrik secara besar-besaran.
“Saya sangat bangga kita sekarang di Indonesia punya kemampuan untuk produksi bus dan truk dari listrik. Ini sangat‑sangat penting dan memang rencana kita saya berharap di tahun 01 Januari 2028, kita akan produksi secara besar‑besar mobil sedan dari listrik,” ungkap Prabowo.
Program mobil nasional diperkirakan akan dikerjakan oleh PT Pindad. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga menyebutkan bahwa pabrik mobil nasional Pindad akan berdiri di Karawang, Jawa Barat. Sedan listrik termasuk salah satu pengembangan mobil nasional yang akan diusahakan oleh Pindad.
“Mobil nasional sedang disiapkan oleh Pindad. Jadi, ada kawasan di Karawang, tentu nanti kita berharap kapasitas (produksinya) bisa dinaikkan bertahap,” ujar Airlangga.
Dengan delapan klaster dan 60 program, pemerintah menargetkan peningkatan kemandirian dalam berbagai sektor. Fokus pada hilirisasi dan industrialisasi menandai langkah konkret menuju produksi kendaraan nasional, termasuk sedan listrik, motor, bus, dan truk. Rencana ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memperkuat industri otomotif dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada impor.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Toyota Panggil Produsen Jepang Bersatu Lawan Mobil China
Tragedi Indramayu: 12 Tewas Akibat Pikap Angkut Manusia
BYD Tabrak Kaca Gedung SCBD, Sopir Salah Injak Pedal
Mitsubishi Luncurkan XForce Hybrid, SUV Irit Pertama
Recall Stiker, Subaru Tarik 541 Ribu Mobil di AS
Rincian Tarif SWDKLLJ 2025, Dari Motor hingga Truk
Berita Terbaru
Harga Batu Bara Juli 2026 Naik di Sebagian Besar Kategori
Iran Minta Houthi Siap Tutup Laut Merah, Dua Jalur Minyak Terancam
Pertamina Bantah Keras Transporter Mogok Salurkan BBM
Penjualan Batu Bara Sitaan Negara Raup Rp20 Miliar
Antrean SPBU Sumut Mulai Normal, Stok BBM Aman
Antrean BBM di Medan Mulai Terurai
Harga Minyak RI Anjlok Drastis ke US$83,45 per Barel
Serangan Iran di Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Anjlok
MSCI Perketat Aturan Saham 'Murah' Mulai Agustus 2026
