Kapal Samudra IX Terbentur Gelombang Tinggi, 5 Truk Rusak

Cahyo S. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 93 dibaca
Bisik.id
Kapal Samudra IX Terbentur Gelombang Tinggi, 5 Truk Rusak

Gambar atau konten salah?

Di Jembrana, Selat Bali, cuaca buruk melanda perlintasan pada malam Senin, 11 Mei 2026. Gelombang tinggi membuat muatan di dalam KMP Agung Samudra IX saling berbenturan saat kapal berlayar menuju Pelabuhan Gilimanuk.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 22.30 Wita. Kapal yang dioperasikan oleh Kusman seharusnya berangkat dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menuju Dermaga LCM Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana.

“Benar, telah terjadi benturan antar‑kendaraan di dalam KMP Agung Samudra IX akibat gelombang tinggi saat pelayaran,” ungkap Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk, AKP Gusti Kade Alit Murdiasa, pada Selasa, 12 Mei 2026.

Berdasarkan keterangan pihak Syahbandar, kapal tersebut lepas sandar dari Ketapang pada pukul 21.45 Wita. Namun, ketika berada di posisi sekitar 1,5 mil dari Pelabuhan Gilimanuk, tepat di area lampu merah/mercusuar, cuaca memburuk. Saat kapal sedang mengambil haluan, ombak besar menerjang badan kapal. Guncangan keras tersebut menyebabkan kendaraan yang terparkir di dalam geladak bergeser dan saling bersenggolan.

Akibat insiden ini, 5 unit truk jenis Cold Diesel mengalami kerusakan pada bagian bak. Mayoritas kendaraan yang terdampak merupakan truk pengangkut logistik pangan.

“Ada 5 truk logistik yang berbenturan. Di antaranya truk bermuatan beras sebanyak 4 truk yaitu truk nopol P 8050 UW, P 9150 UQ, P 8075 VF, P 8358 UW, dan truk bermuatan katul nopol P 8892 VN,” papar Alit.

Beruntung tidak ada korban jiwa. Sebanyak 33 orang penumpang dan kru kapal dilaporkan dalam keadaan selamat. Selain truk yang mengalami kerusakan, kapal tersebut juga mengangkut 3 unit truk besar dan 2 unit trailer.

Kerusakan material yang dialami para pemilik kendaraan telah ditangani oleh pihak Asuransi Jasa Raharja Putra. Meski sempat terjadi insiden, otoritas setempat memastikan operasional penyeberangan di Selat Bali tetap berjalan.

“Sampai saat ini situasi penyeberangan dalam keadaan kondusif,” tutup Alit.

Insiden ini menegaskan pentingnya kesiapsiagaan pelayaran di wilayah Selat Bali. Meskipun cuaca buruk, koordinasi antara pihak pelabuhan, kapten kapal, dan tim keamanan berhasil menghindari korban jiwa dan menjaga kelangsungan penyeberangan. Keterlibatan asuransi juga memperlihatkan sistem mitigasi risiko yang sudah ada. Dengan demikian, pelayaran di Selat Bali tetap dapat diandalkan meski menghadapi kondisi laut yang tidak menentu.

Selat Balicuaca burukgelombang tinggiKMP Agung Samudra IXtruk logistikasuransi Jasa Raharjapelayaran

Komentar

Memuat komentar...