Karangasem Gagal Nonton Piala Dunia, TV Digital Sulit
Gambar atau konten salah?
Di Karangasem, Bali, banyak warga merasa khawatir karena mereka tidak dapat menonton Piala Dunia yang akan berlangsung pada Juli 2026. Masalah utama adalah TV digital yang masih sulit dijangkau di daerah tersebut.
Wayan Sudiasa, salah satu penduduk setempat, mengungkapkan bahwa ia belum terbiasa menonton siaran sejak munculnya TV digital. Ia pernah membeli set‑top box, namun tidak ada siaran yang muncul sehingga ia terpaksa menggunakan antena parabola. “Saat ini saya pakai antena parabola, tetapi tidak pernah bisa nonton bola. Kalau ingin nonton bola harus berbayar. Jadi sulit seperti bisa nonton piala dunia tahun ini,” kata Sudiasa pada 13 April 2026.
Warga lain, I Ketut Jineng, juga merasakan hal yang sama. Ia pernah mendapatkan siaran TV digital setelah memakai set‑top box, namun beberapa channel hilang. “Banyak siaran yang hilang, sekarang tinggal beberapa channel saja yang masih bisa ditonton,” ujarnya.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Karangasem, Ida Nyoman Astawa, tidak menutup fakta bahwa TV digital masih sulit didapatkan di Gumi Lahar. Ia menjelaskan bahwa Karangasem hanya memiliki satu pemancar, sehingga belum dapat menembus seluruh wilayah. “Selain itu, faktor geografis wilayah Karangasem yang banyak perbukitan juga berpengaruh. Sehingga banyak masyarakat yang tidak bisa mendapatkan siaran TV digital karena tidak bisa dijangkau sinyal,” jelas Astawa.
Akhirnya, Astawa berharap adanya Turyada Tower di Buleleng dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Karangasem, sehingga siaran TV digital dapat tersebar merata.
Warga Karangasem menantikan solusi agar mereka dapat menikmati pertandingan Piala Dunia tanpa hambatan, sambil menunggu perbaikan infrastruktur siaran digital di wilayah yang bergunung.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
