Karangasem Kirim 490 Pekerja ke Luar Negeri Jan–Mar 2026
Gambar atau konten salah?
490 warga Kabupaten Karangasem berangkat bekerja ke luar negeri pada periode Januari hingga Maret 2026. Dari jumlah tersebut, 17 orang bekerja di kawasan Timur Tengah, termasuk Arab Saudi, Kuwait, dan Uni Emirat Arab. Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Karangasem, I Ketut Mertadina, menegaskan bahwa minat warga untuk bekerja ke luar negeri masih tinggi. Karangasem menempati posisi kedua tertinggi di Bali setelah Kabupaten Buleleng.
"tahun lalu, jumlah warga Karangasem yang bekerja ke luar negeri lebih dari 1.200 orang, artinya minat masyarakat cukup tinggi," kata Mertadina, Kamis (16 April 2026).
Perincian per bulan menunjukkan tren kenaikan. Pada Januari 2026, 50 orang berangkat; pada Februari 160 orang; dan pada Maret meningkat menjadi 280 orang. Angka ini menandakan peningkatan setiap bulan.
Para pekerja migran berasal dari seluruh kecamatan di Karangasem. Mereka bekerja di berbagai sektor, mulai dari kapal pesiar hingga pekerjaan di darat seperti spa, pertanian, dan perkebunan.
"Untuk saat ini, negara yang paling banyak dituju oleh warga Karangasem adalah Bulgaria. Selain itu, negara seperti Turki, Jepang, Italia, dan Polandia juga masih cukup banyak peminatnya," ujar Mertadina.
Ia menekankan pentingnya melengkapi seluruh persyaratan sebelum berangkat dan melakukan pengecekan detail terhadap agen yang mengatur perjalanan. “Supaya tidak terjadi masalah di kemudian hari ketika sudah sampai di negara tujuan,” tambahnya.
“Kami juga menekankan kepada warga yang bekerja ke luar negeri agar selalu mencatat nomor-nomor penting di kedutaan. Supaya jika terjadi sesuatu bisa minta bantuan dengan segera,” ucap Mertadina.
Menanggapi situasi di kawasan Timur Tengah yang sempat memanas, Mertadina memastikan bahwa warga Karangasem yang bekerja di wilayah tersebut berada dalam kondisi aman. (nor/nor)
Data ini menyoroti ketertarikan tinggi warga Karangasem untuk mencari peluang kerja di luar negeri. Peningkatan jumlah migran tiap bulan menunjukkan bahwa sektor tenaga kerja internasional tetap menjadi pilihan utama bagi banyak penduduk daerah. Perhatian terhadap prosedur dan keamanan menjadi kunci agar pengalaman kerja di luar negeri berjalan lancar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
Berita Terbaru
Webinar AI untuk Riset Akademik: Percepat Skripsi dan Tesis
Menteri Dorong Rektor Naikkan Gaji Dosen
Stella Christie: Kunci RI Kuasai AI Ada di Data
SPP SMA Negeri Jawa Barat Akan Dihidupkan Kembali?
Prabowo Hentikan MBG untuk Anak Orang Kaya
BGN Kaji Libatkan Kantin Sekolah untuk MBG
DPR Desak Penataan Taxiway Bandara Halim
Menkeu Purbaya: Surat Tambahan Anggaran IKN Rp 2,86 T Belum Sampai