Kementerian Jaga Pasokan BBM, Harga Tetap Stabil di Konflik
Gambar atau konten salah?
Di Karanganyar, Jawa Tengah pada 26 Maret 2026, Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM, mengungkapkan langkah pemerintah dalam menghadapi krisis BBM global yang dipicu oleh perang AS-Israel vs Iran.
"Insya Allah pemerintah akan menjaga pasokan energi, kemudian cadangan energi kita, dan harga. Dalam berbagai kesempatan sekalipun dalam kondisi yang memang hampir semua dunia kena, tetapi kita bersyukur kepada Allah atas perintah Bapak Presiden dan dukungan rakyat hari ini, BBM di negara kita tercinta, baik bensin, solar, maupun LPG terpenuhi dengan baik," ungkap Bahlil Lahadalia.
Meski BBM di Indonesia belum terpengaruh kenaikan harga, pemerintah tetap melakukan antisipasi, khususnya dalam pemenuhan suplai. Bahlil Lahadalia menegaskan upaya mencari sumber BBM dari negara lain.
"Namun kita harus sadar bahwa kondisi geopolitik ini tidak ada satu orang pun yang dapat meramalkan. Bahkan dalam berbagai analisa itu, rasanya sih kita berdoa agar bisa selesai perang ini dengan baik, cepat. Tapi kalau kita melihat dengan yang ada, ya ini kita berusaha untuk tidak terlalu panjang," imbuhnya.
"Atas dasar itu Bapak Presiden semalam memerintahkan kepada saya dan tim untuk segera mencari pasokan-pasokan minyak kita dari hampir semua negara. Kemudian mengoptimalkan semua energi yang ada pada kita," lanjut Bahlil Lahadalia.
Indonesia masih mengimpor sekitar 20% minyak mentah melalui Selat Hormuz, yang saat ini diblokir oleh Iran sebagai respons serangan AS dan Israel. Pemerintah kini melirik opsi pasokan BBM mentah dari wilayah lain yang lebih aman.
Keunggulan Indonesia terletak pada produksi solar dalam negeri. Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa solar tidak perlu diimpor, sehingga pasokan tetap stabil.
Namun untuk bensin, Indonesia masih mengimpor sekitar 50%. Pemerintah berusaha menjaga keseimbangan pasokan di tengah ketidakpastian global.
"Terkait kebijakan harga BBM, pemerintah juga memastikan belum ada kenaikan harga BBM bersubsidi di tengah gejolak global ini. Kementerian ESDM terus berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan untuk mencari skema subsidi yang tepat agar beban krisis tidak langsung menghantam daya beli masyarakat," tambah Bahlil Lahadalia.
Koordinasi tersebut melibatkan penyusunan skema subsidi yang mempertimbangkan daya beli masyarakat. Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa subsidi tetap menjadi prioritas.
"Doakan kami, dari pemerintah khususnya untuk subsidi, sampai dengan semalam arahan Bapak Presiden, untuk mencari akal bagaimana agar kita jangan memberatkan rakyat. Jadi untuk subsidi, jadi saya dengan Menteri Keuangan sekarang terus-menerus untuk mencari solusi yang terbaik, sekalipun krisis tapi tetap rakyat kita perhatikan tentang keadaannya," tandas Bahlil Lahadalia.
Dengan langkah-langkah tersebut, pemerintah Indonesia berusaha menjaga pasokan dan harga BBM tetap stabil, sambil mencari sumber alternatif dan menjaga subsidi agar tidak memberatkan masyarakat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Toyota Panggil Produsen Jepang Bersatu Lawan Mobil China
Tragedi Indramayu: 12 Tewas Akibat Pikap Angkut Manusia
BYD Tabrak Kaca Gedung SCBD, Sopir Salah Injak Pedal
Mitsubishi Luncurkan XForce Hybrid, SUV Irit Pertama
Recall Stiker, Subaru Tarik 541 Ribu Mobil di AS
Rincian Tarif SWDKLLJ 2025, Dari Motor hingga Truk
