Kerbau Albino Trump Dilindungi di Kebun Binatang Bangladesh
Gambar atau konten salah?
Kerbau albino seberat 700 kilogram yang menonjol dengan rambut pirang bergelombang, mirip gaya rambut mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, menjadi viral di Bangladesh. Kerbau ini sempat direncanakan menjadi korban penyembelihan Idul Adha, namun langkah cepat pemerintah setempat menyelamatkannya.
Setelah berhasil diangkat, kerbau tersebut dipindahkan ke Kebun Binatang Nasional. Kurator Kebun Binatang Nasional, Atiqur Rahman menjelaskan bahwa ia telah menyiapkan kandang khusus dan menunjuk seorang pengasuh untuk kerbau ini. “Kami telah menyiapkan kandang khusus untuk kerbau albino ini dan menunjuk seorang pengasuh,” kata Rahman kepada AFP pada 27 Mei 2026. Ia menambahkan kerbau harus menjalani masa karantina dua pekan.
Kerbau yang diberi julukan “Donald Trump” ini awalnya akan dikurbankan. Namun, beberapa jam sebelum pisau jagal menembus kulitnya, polisi turun tangan. Mohammad Ruhul Quddus, Kepala Polisi Sektor Keraniganj Dhaka, menyatakan bahwa intervensi didasarkan pada pertimbangan konservasi satwa. “Dinas peternakan meminta kami untuk mengambil kerbau tersebut dari pemiliknya karena merupakan hewan langka,” tutur Quddus.
Mantan pemilik, Zia Uddin Mridha berusia 38 tahun, mengaku nama kerbau diberikan oleh saudaranya. Menurut Mridha, rambut terang kerbau dianggap menyerupai Donald Trump. Rumahnya sering dikunjungi pengunjung, pemburu konten media sosial, dan anak-anak. Ia sempat menjual kerbau menjelang hari raya, namun keputusan itu berubah setelah intervensi polisi.
Kerbau ini masih muda, sehingga otoritas Bangladesh memutuskan untuk memeliharanya di kebun binatang. Di sana, ia akan mendapatkan perawatan khusus dan perlindungan dari ancaman penyembelihan. Penempatan di kebun binatang juga memberi peluang bagi peneliti untuk mempelajari kerbau albino, yang jarang ditemukan di alam.
Keberadaan kerbau ini memicu kerumunan massa yang ingin berswafoto. Masyarakat setempat menunjukkan rasa hormat dan kekaguman terhadap hewan unik ini. Dengan perlindungan baru, kerbau albino ini dapat hidup lebih aman dan menjadi contoh penting bagi upaya pelestarian satwa langka di Bangladesh.
Kerbau ini, yang kini berada di kebun binatang, menandai langkah konkret pemerintah dalam menjaga keanekaragaman hayati. Peristiwa ini mengingatkan bahwa hewan langka memerlukan perhatian khusus agar tidak hilang dari dunia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
Berita Terbaru
Webinar AI untuk Riset Akademik: Percepat Skripsi dan Tesis
Menteri Dorong Rektor Naikkan Gaji Dosen
Stella Christie: Kunci RI Kuasai AI Ada di Data
SPP SMA Negeri Jawa Barat Akan Dihidupkan Kembali?
Prabowo Hentikan MBG untuk Anak Orang Kaya
BGN Kaji Libatkan Kantin Sekolah untuk MBG
DPR Desak Penataan Taxiway Bandara Halim
Menkeu Purbaya: Surat Tambahan Anggaran IKN Rp 2,86 T Belum Sampai