LPA Jatim: Peluk Anak Sebelum Masuk Sekolah
Gambar atau konten salah?
Tahun ajaran baru 2026/2027 akan dimulai pada 13 Juli 2026. Hari pertama sekolah identik dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS. Menjelang momen itu, Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jawa Timur memberikan saran kepada orang tua. Mereka diminta memeluk anak sebelum masuk sekolah. Selain itu, siswa juga disarankan saling menyapa dan berjabat tangan dengan teman-teman.
Menurut LPA Jawa Timur, kebiasaan sederhana ini bisa menjadi penguatan pendidikan karakter sejak hari pertama. Ada nilai moral yang ingin ditanamkan di balik gerakan tersebut. M. Isa Ansori, pengurus LPA Jawa Timur, mengatakan bahwa MPLS di Surabaya biasanya sudah menghubungkan berbagai gerakan pendidikan karakter. "Kerja bakti dan gerakan sekolah asri yang dilakukan sebelum masuk sekolah merupakan langkah yang sangat baik sebagai bentuk kesiapan menyambut peserta didik baru," kata Isa pada Senin, 06 Juli 2026.
Isa menambahkan, akan lebih kuat lagi jika MPLS Surabaya memiliki ciri khas yang ikonik. Ciri khas itu harus bisa menyambungkan seluruh gerakan pendidikan karakter yang sudah dibangun selama ini. Ia memberi contoh. Sebelumnya, Surabaya pernah menghadirkan gerakan menghormati guru dan orang tua melalui simbol membasuh kaki orang tua. Tahun ini, gerakan itu bisa diperluas. Penghormatan tidak hanya kepada guru dan orang tua, tetapi juga kepada sesama teman.
"Nilai-nilai yang ingin dibangun adalah empati, toleransi, tanggung jawab, serta saling menghargai sebagai fondasi kehidupan di sekolah," ujarnya. Isa menyarankan agar seluruh peserta didik diantar orang tua pada hari pertama MPLS. Setelah sampai di sekolah, orang tua memeluk anaknya. "Kemudian, orang tua memeluk anak sebagai simbol kasih sayang dan doa lalu menyerahkan putra-putrinya kepada guru sebagai bentuk kepercayaan dan kolaborasi dalam mendidik," tuturnya.
Setelah prosesi pelukan selesai, peserta didik bisa memberi salam hormat kepada orang tua, guru, hingga teman-temannya. "Selanjutnya, seluruh siswa saling menyapa dan berjabat tangan dengan teman-teman sekelas sebagai tanda persahabatan sekaligus komitmen membangun lingkungan belajar yang saling menghargai," lanjut Isa. Ia menekankan bahwa prosesi ini tidak perlu berlangsung lama. Pelaksanaannya cukup sederhana. Bahkan bisa disesuaikan dengan jenjang pendidikan masing-masing.
"Namun makna simboliknya akan sangat kuat sebagai pesan bahwa pendidikan karakter dimulai sejak langkah pertama anak memasuki sekolah," pungkasnya. Saran dari LPA Jawa Timur ini menekankan bahwa hal-hal kecil seperti pelukan dan jabat tangan bisa menjadi fondasi. Bukan hanya untuk hubungan sosial, tetapi juga untuk membangun karakter siswa sejak awal tahun ajaran baru.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
