Luncurkan GO Focus Plus: Kamera Dash AI Bantu Pengemudi
Gambar atau konten salah?
Geotab baru saja memperkenalkan produk barunya di Indonesia, GO Focus Plus. Produk ini adalah kamera dasbor yang dilengkapi kecerdasan buatan (AI) dan platform video intelligence. Tujuannya jelas: menurunkan risiko kecelakaan, memperbaiki keselamatan pengemudi, dan memberi perusahaan armada alat proaktif untuk mengelola kendaraan.
GO Focus Plus menampilkan kamera dual-facing. Fitur coaching suara in‑cab langsung memberi peringatan saat pengemudi melakukan perilaku berisiko. Misalnya, penggunaan ponsel, kelelahan, atau jarak aman yang tidak terjaga. Teknologi ini diklaim dapat mengurangi tailgating hingga 90 % dan penggunaan ponsel saat berkendara hingga 95 %. Setiap peringatan diharapkan membentuk kebiasaan berkendara yang lebih aman.
Peluncuran ini datang di tengah statistik keselamatan transportasi yang masih tinggi. Setiap tahun, lebih dari 155.000 kecelakaan lalu lintas terjadi di Indonesia. Hampir 90 % di antaranya disebabkan faktor manusia, seperti kelelahan dan distraksi. Sementara itu, operator armada menghadapi tantangan operasional: kemacetan perkotaan, rute jarak jauh, dan keterbatasan konektivitas di beberapa wilayah.
“Di Indonesia, keselamatan berkendara di jalan dipengaruhi oleh kombinasi perilaku manusia dan kondisi lalu lintas yang sangat dinamis,” ujar Ezanne Soh, Associate Vice President, Southeast Asia, Geotab, dalam keterangan tertulis, Jumat (08 Mei 2026). “Pengemudi beroperasi di lingkungan dimana risiko dapat berubah dalam hitungan detik. Di saat yang sama, terdapat tekanan yang semakin besar dari regulator, pelanggan, dan perusahaan asuransi agar operator armada menunjukkan akuntabilitas serta kinerja keselamatan yang lebih baik. Hal ini mendorong pergeseran dari sekadar meninjau insiden setelah terjadi menjadi upaya pencegahan secara real‑time. GO Focus Plus dirancang untuk mendukung transformasi tersebut, dengan memberikan pengemudi dan manajer armada alat yang dibutuhkan untuk bertindak sebelum risiko berkembang menjadi sebuah insiden,” sambungnya.
Jalan di Indonesia memang menantang. Dari kemacetan di kota dengan berbagai jenis kendaraan hingga koridor logistik di wilayah terpencil dengan jaringan terbatas, situasi ini memerlukan solusi yang lebih dari sekadar telematika konvensional. GO Focus Plus menggabungkan video intelligence berbasis AI dan data telematika secara real‑time. Kombinasi ini memberi perusahaan armada pemahaman mendalam tentang perilaku pengemudi dan kondisi jalan.
Dengan Edge AI yang tertanam langsung di perangkat, sistem dapat mendeteksi risiko seperti distraksi, kelelahan, dan perilaku berkendara tidak aman secara real‑time. Sistem tetap bekerja meski tidak ada koneksi jaringan aktif, sehingga dapat digunakan di berbagai rute, termasuk Trans‑Jawa dan Trans‑Sumatra. Teknologi ini juga dibekali kecerdasan kontekstual yang menyesuaikan dengan dinamika lalu lintas Indonesia. Dengan begitu, sistem dapat membedakan risiko nyata dengan situasi umum di jalan, seperti manuver mendadak akibat keberadaan kendaraan roda dua di sekitar armada.
Fitur untuk armada lebih aman dapat dirangkum dalam tiga poin utama:
- Coaching Pengemudi Proaktif: Peringatan suara in‑cab langsung saat terdeteksi perilaku berisiko, memberi kesempatan pengemudi segera melakukan koreksi.
- Manajemen Armada yang Lebih Terarah: Video intelijen berbasis AI mengidentifikasi risiko paling krusial dan pola berulang, tanpa meninjau rekaman manual. Setiap peringatan dilengkapi video dan data kontekstual.
- Alur Kerja Terintegrasi dan Standar Keselamatan: Terintegrasi dalam platform MyGeotab, memungkinkan penugasan, pemantauan, dan pengakuan atas peningkatan kinerja pengemudi.
Selain keselamatan, solusi ini juga menargetkan efisiensi operasional. Harga bahan bakar berkisar Rp10.000–Rp13.000 per liter. Inefisiensi kecil dapat memengaruhi margin armada. Dengan bukti video dan data telematika—kecepatan, lokasi, diagnostik mesin—perusahaan dapat mengurangi waktu idle, mengoptimalkan rute, dan meningkatkan kinerja armada secara keseluruhan.
Industri juga mulai bergerak menuju model Usage‑Based Insurance (UBI). Premi dapat ditentukan berdasarkan perilaku berkendara dan data terverifikasi. Insight berbasis video membantu mengurangi ambiguitas klaim, melindungi pengemudi dari tuduhan tidak akurat, serta memperkuat kepercayaan dengan pihak asuransi dan klien korporasi.
GO Focus Plus dikembangkan dengan prinsip privacy‑in‑design. Fitur masker privasi dan mode perekaman fokus ke jalan menjaga keseimbangan antara keselamatan dan privasi, sekaligus mendukung kepatuhan terhadap regulasi perlindungan data pribadi di Indonesia.
Peluncuran ini menegaskan komitmen Geotab memperkuat kehadirannya di Indonesia. Solusi ini menempatkan Geotab sebagai penyedia teknologi telematika terintegrasi untuk kebutuhan armada. Dengan menggabungkan video intelligence dan data kendaraan terhubung dalam satu platform, Geotab membantu perusahaan armada memahami apa yang terjadi di jalan, mengapa hal itu terjadi, dan bagaimana mengantisipasi risiko.
GO Focus Plus merupakan bagian dari pengembangan platform video intelligence Geotab yang terus diperbarui dengan dukungan model AI. Informasi lebih lanjut mengenai GO Focus Plus dan platform Video Intelligence Geotab dapat diakses melalui situs resmi Geotab.
Dengan teknologi yang dapat mendeteksi risiko secara real‑time, memberikan coaching langsung, dan mengintegrasikan data telematika, GO Focus Plus membantu operator armada meningkatkan keselamatan, efisiensi, dan akuntabilitas. Hal ini sejalan dengan kebutuhan Indonesia untuk mengurangi kecelakaan lalu lintas dan memanfaatkan data terverifikasi dalam model asuransi berbasis penggunaan. Teknologi ini juga menekankan pentingnya privasi, memastikan bahwa data pengemudi terlindungi sambil tetap memberikan manfaat bagi keselamatan dan operasional armada.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Toyota Panggil Produsen Jepang Bersatu Lawan Mobil China
Tragedi Indramayu: 12 Tewas Akibat Pikap Angkut Manusia
BYD Tabrak Kaca Gedung SCBD, Sopir Salah Injak Pedal
Mitsubishi Luncurkan XForce Hybrid, SUV Irit Pertama
Recall Stiker, Subaru Tarik 541 Ribu Mobil di AS
Rincian Tarif SWDKLLJ 2025, Dari Motor hingga Truk
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
