Mahasiswi Kent Selamat dari Meningitis, Guncang Vaksinasi
Gambar atau konten salah?
Annabelle Mackay (21) adalah mahasiswi hukum di University of Kent yang baru saja melewati pengalaman menakutkan akibat infeksi meningitis. Ia mengaku bersyukur masih hidup setelah dilarikan ke rumah sakit karena gejala yang sangat menyakitkan.
Menurut cerita Mackay, ia diduga tertular meningitis saat keluar malam di Club Chemistry di Canterbury pada 5 Maret 2024 atau di tempat lain pada malam sebelumnya. Pada saat itu, ia mengira mengalami gejala COVID‑19. Namun, hasil tes menunjukkan negatif, sehingga ia beralih ke kemungkinan meningitis.
“Saya mulai agak linglung dan saya tidak benar-benar bisa berbicara dengan jelas. Saya juga sangat sensitif terhadap cahaya, jadi saat itulah saya berpikir ada sesuatu yang benar-benar salah,” ungkap Mackay, kutipan dari Mirror UK.
Gejala meningitis biasanya meliputi kebingungan, sensitivitas terhadap cahaya terang, demam tinggi, tangan dan kaki dingin, muntah, nyeri otot dan sendi, kulit pucat atau berbintik, ruam, sakit kepala, leher kaku, mengantuk berlebihan, dan kejang. Mackay mengalami beberapa dari gejala tersebut, sehingga kondisi medisnya menjadi serius.
Rekaman video yang dibagikan kepada media menunjukkan Mackay mengenakan penutup mata dan menahan ponsel saat dituntun keluar rumah oleh seorang wanita yang memegang lengannya. Ia mengakui kehilangan kemampuan berbicara dan tidak mengingat proses saat dibawa ke rumah sakit dengan ambulans.
“Saya masih dalam keadaan delirium, dan pada itu saya juga kehilangan penglihatan, yang sangat menakutkan, terutama bagi teman dan keluarga saya,” kata Mackay. “Saya tidak terlalu memperhatikannya karena saya sangat kesakitan di tubuh saya, sehingga saya tidak punya waktu memproses bahwa saya tidak dapat melihat. Tetapi, itu jelas sangat menakutkan bagi keluarga dan teman-teman saya,” tambahnya.
Walaupun begitu, Mackay bersyukur masih dapat bertahan hidup. Ia kini fokus pada proses pemulihan agar dapat kembali normal.
Sementara itu, ratusan mahasiswa di kampus University of Kent mengantre untuk mendapatkan vaksin meningitis. Beberapa di antaranya sempat ditolak pada 20 Maret 2024, menambah keprihatinan di kalangan mahasiswa.
Direktur kesehatan masyarakat Dewan Kabupaten Kent, Anjan Ghosh, memperingatkan bahwa klaster rumah tangga sporadis berpotensi muncul di wilayah lain di Inggris. Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) sebelumnya melaporkan jumlah kasus terkait wabah ini meningkat menjadi 29 kasus, naik dari 27 sebelumnya. Sebanyak 18 kasus telah dikonfirmasi, semuanya terkait dengan wilayah Kent.
Kasus meningitis ini menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap gejala penyakit menular di kalangan mahasiswa. Masyarakat disarankan untuk segera mencari bantuan medis jika mengalami gejala yang mencurigakan, serta memanfaatkan layanan vaksinasi yang tersedia untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
Berita Terbaru
Webinar AI untuk Riset Akademik: Percepat Skripsi dan Tesis
Menteri Dorong Rektor Naikkan Gaji Dosen
Stella Christie: Kunci RI Kuasai AI Ada di Data
SPP SMA Negeri Jawa Barat Akan Dihidupkan Kembali?
Prabowo Hentikan MBG untuk Anak Orang Kaya
BGN Kaji Libatkan Kantin Sekolah untuk MBG
DPR Desak Penataan Taxiway Bandara Halim
Menkeu Purbaya: Surat Tambahan Anggaran IKN Rp 2,86 T Belum Sampai
