Meninggal di Bale Bengong Setra Pitik: Tanpa Tanda Kekerasan
Gambar atau konten salah?
M, pria berusia 53 tahun, ditemukan tewas di bale bengong Setra Pitik, Jalan Pura Dalem Penataran Anyar, Banjar Pitik, Kelurahan Pedungan, Denpasar Selatan pada malam 15 April 2026. Lokasi tersebut berada di kawasan Setra Pitik.
Korban berasal dari Jember, Jawa Timur dan saat itu tinggal sementara di kawasan Sesetan, Denpasar Selatan. Jasad ditemukan pertama kali sekitar pukul 23.00 Wita.
Menjelang 16 April 2026, Kanitreskrim Polsek Denpasar Selatan Iptu Azel Arisandi mengonfirmasi penemuan mayat tersebut. Setelah pemeriksaan awal dan olah TKP, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Dugaan awal korban meninggal dunia secara wajar karena sakit,” ujar Azel saat dikonfirmasi, Kamis (16/4/2026).
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh saksi Hasya Seno Akbar Sasongko. Ia melihat korban tengah beristirahat di bale bengong sejak siang hari. Sekitar pukul 11.00 Wita, ia melihat korban tidur di sana. Ia kembali ke rumah dan melintas lagi di tempat yang sama sekitar pukul 23.00 Wita. Saat itu, korban masih berada pada posisi yang sama seperti saat pertama kali dilihat siang hari. Merasa curiga, saksi lalu melaporkan kejadian tersebut kepada kepala lingkungan dan pihak kepolisian.
Warga yang datang kemudian mendekati korban dan menemukan pria tersebut sudah dalam kondisi kaku. Saksi lainnya, I Ketut Darta, juga mengaku sempat melihat korban tidur di lokasi sekitar pukul 15.30 Wita saat sedang membersihkan area wantilan pura. Ia kembali mendapat informasi sekitar pukul 23.30 Wita bahwa ada seorang pria meninggal di lokasi. Saat mendatangi TKP, korban masih berada di posisi yang sama seperti saat pertama kali dilihat.
Rekan kerja korban, Chairul Umam, menyebut korban diketahui memiliki riwayat penyakit stroke ringan dan diabetes.
Menurut hasil olah TKP Tim Inafis Polresta Denpasar, korban ditemukan dalam posisi telentang, dengan kepala mengarah ke barat, kedua tangan berada di atas kepala, dan kedua kaki menjulur ke bawah. Korban mengenakan celana pendek putih, sedangkan kaus abu‑abu miliknya berada di samping tubuh korban. Pihak kepolisian menyebut darah yang terlihat keluar dari tubuh korban diduga akibat gigitan semut, bukan karena adanya tindak kekerasan. “Hasil pemeriksaan nihil ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” kata Azel.
Jenazah korban kemudian dievakuasi oleh ambulans PMI Kota Denpasar ke RSUP Prof. Ngoerah sekitar pukul 02.40 Wita untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kasus ini menegaskan pentingnya pelaporan dini dan investigasi menyeluruh ketika ada kejadian tak terduga di lingkungan masyarakat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
Berita Terbaru
Webinar AI untuk Riset Akademik: Percepat Skripsi dan Tesis
Menteri Dorong Rektor Naikkan Gaji Dosen
Stella Christie: Kunci RI Kuasai AI Ada di Data
SPP SMA Negeri Jawa Barat Akan Dihidupkan Kembali?
Prabowo Hentikan MBG untuk Anak Orang Kaya
BGN Kaji Libatkan Kantin Sekolah untuk MBG
DPR Desak Penataan Taxiway Bandara Halim
Menkeu Purbaya: Surat Tambahan Anggaran IKN Rp 2,86 T Belum Sampai