Mesin Pirolisis Australia Tiba, Kendala Akses Jalan Menghalangi

Bima J. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 82 dibaca
Bisik.id
Mesin Pirolisis Australia Tiba, Kendala Akses Jalan Menghalangi

Gambar atau konten salah?

22 April 2026 – Sebuah mesin pengolah sampah berteknologi pirolisis dari Australia tiba di Klungkung, Bali. Mesin ini direncanakan akan dipasang di TOSS Center di Dusun Karangdadi, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan. Meski mesin ini mampu mengolah sampah hingga 8 ton per jam, belum dapat masuk ke fasilitas tersebut.

Alasan utama adalah kendala logistik. Mesin dibawa menggunakan truk kontainer berukuran besar. Jalan menuju TOSS Center sempit, dikelilingi pohon, dan terdapat bentangan kabel listrik. Semua faktor ini menghalangi truk berukuran 15 meter panjang dan 5 meter tinggi untuk melewati area.

Sejak 23 April 2026 sekitar pukul 11.20 Wita, truk kontainer masih terparkir di gapura PKB (Kawasan Pusat Kebudayaan Bali). Pemerintah Kabupaten Klungkung menegaskan bahwa mesin tersebut hanya dapat masuk setelah area bersih dan akses jalan diatur.

“Saat ini kami sedang membersihkan areanya di TOSS Center. Untuk akses jalan sudah dikondisikan,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Klungkung, Dewa Komang Aswin kepada media. Ia menambahkan, “Sudah kami siapkan semua. Ini persiapan untuk masuk dengan pengawalan.”

Menurut Aswin, akan ada tiga mesin pengolah sampah yang tiba di Klungkung, dengan total 12 truk. Namun, masih ada lima truk kontainer yang belum datang. “Dari perusahaan informasinya akan ada 5 truk lagi minggu depan,” jelas Aswin.

Seorang sopir truk kontainer, yang tidak ingin disebutkan namanya, mengaku bahwa “jalan menuju TOSS Center memang terlalu kecil untuk kendaraan besar dengan panjang sekitar 15 meter dan tinggi sampai 5 meter itu. Takutnya memang bentangan kabel dan pohon.”

Mesin ini diharapkan dapat membantu pengelolaan sampah di wilayah tersebut, namun masih menunggu penyelesaian masalah akses jalan sebelum dapat beroperasi di TOSS Center.

mesin pirolisisTOSS CenterKlungkungtruk kontainerakses jalanpengelolaan sampahlogistik

Komentar

Memuat komentar...