Musrenbang RKPD 2027 Tabanan Fokus Hilirisasi Produk

Wulan M. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 146 dibaca
Bisik.id
Musrenbang RKPD 2027 Tabanan Fokus Hilirisasi Produk

Gambar atau konten salah?

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya memulai Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Semesta Berencana (RKPD SB) Kabupaten Tabanan untuk tahun 2027 secara resmi. Acara berlangsung di Graha Yadnya Sanjayaning Singasana Adat Kota Tabanan pada hari Selasa, 31 Maret 2026.

Topik utama Musrenbang diberi judul Hilirisasi dan Membangun Ekosistem Produk Unggulan. Forum ini dimaksudkan sebagai forum strategis tahunan yang menuntun arah pembangunan daerah. Tujuannya adalah menjawab tantangan pembangunan di Kabupaten Tabanan sekaligus mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM).

Sanjaya menegaskan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, pembangunan di Tabanan menunjukkan tren positif. Ia berkata, “Pergerakan pembangunan di Tabanan sampai hari ini pada dasarnya telah memberikan hasil nyata pada arah pembangunan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Tabanan.”

Ia menekankan pentingnya inovasi dan kerja keras seluruh birokrasi. Menurutnya, strategi pembangunan harus tepat di tengah kondisi geopolitik global yang tidak menentu. Salah satu solusi yang dia tekankan adalah hilirisasi potensi daerah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di berbagai sektor prioritas.

“Satukan langkah, satukan hati, satukan persepsi kita, bahwa kita tidak hanya membangun Tabanan di hulu dan di tengah, tetapi di hilir. Hilirisasi, karena ada dua hal yang penting, hilirisasi produk, dan hilirisasi manajemen sistem,” ujar Sanjaya.

Ia juga menegaskan bahwa upaya membangun ekosistem produk unggulan harus menciptakan lingkungan bisnis yang terintegrasi, saling mendukung, dan berkelanjutan. Menurutnya, produk utama tidak bisa berdiri sendiri. Ia harus didukung oleh rantai pasok, layanan tambahan, inovasi, dan kemitraan yang kuat, terutama dalam mendorong perekonomian desa.

Untuk tahun 2027, kebijakan pembangunan Kabupaten Tabanan difokuskan pada delapan prioritas utama: penguatan ketahanan pangan; peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan; perluasan jaminan sosial dan daya saing tenaga kerja; penguatan adat, agama, tradisi, seni, dan budaya; pengembangan pariwisata berbasis desa; pelestarian lingkungan hidup; pembangunan infrastruktur fisik dan digital yang merata; serta reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan.

Secara administratif, Sekretaris Bappeda Kabupaten Tabanan, Ida Ayu Agung Windayani Kusumaharani, menjelaskan bahwa pelaksanaan Musrenbang RKPD 2027 merupakan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Ia menambahkan bahwa forum ini menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan program pembangunan daerah dengan prioritas Provinsi Bali, termasuk mendukung visi Bali Era Baru menuju Tabanan yang Aman, Unggul, dan Madani.

Windayani menegaskan bahwa penyusunan RKPD dilakukan secara komprehensif melalui berbagai tahapan: mulai dari forum konsultasi publik, pemanfaatan Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD), hingga pencermatan 1.396 usulan DPRD serta Musrenbang yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Ia menutup dengan, “Seluruh proses ini bertujuan mengoptimalkan potensi daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Tabanan.”

Secara keseluruhan, Musrenbang 2027 menandai langkah konkret Tabanan dalam memperkuat hilirisasi dan membangun ekosistem produk unggulan. Dengan delapan prioritas yang terfokus, pemerintah daerah berupaya memanfaatkan potensi lokal secara terintegrasi, mendukung kesejahteraan masyarakat, dan menyesuaikan kebijakan dengan dinamika geopolitik serta visi provinsi.

MusrenbangHilirisasiEkosistem Produk UnggulanRKPD 2027Pembangunan DaerahGeopolitik Global

Komentar

Memuat komentar...