Nissan Turun ke Posisi Puluh, Butuh Strategi Lokal Indonesia

Endah K. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 73 dibaca
Bisik.id
Nissan Turun ke Posisi Puluh, Butuh Strategi Lokal Indonesia

Gambar atau konten salah?

Nissan, yang dulu bersaing di jajaran sepuluh merek terlaris, kini turun drastis hingga hampir ke posisi keempat puluh. Penurunan ini terjadi dalam enam tahun terakhir, menandai babak belur bagi penjualan mobil Nissan di Indonesia.

Indomobil Group tidak menolak bahwa masuknya banyak mobil China menjadi faktor penurunan. Namun, menurut Andrew Nasuri, Board of Director Indomobil Group, "Nissan sebenarnya masih banyak peluang, tapi Nissan ini harus mengganti cara berpikirnya. Jadi mereka harus melihat pasar Indonesia itu butuhnya apa, nggak bisa terlalu global strategi dan dipaksa masuk Indonesia," dia ungkap belakangan ini. Nasuri menekankan bahwa Nissan masih mampu bersaing berkat teknologi yang dimiliki, asalkan strategi disesuaikan dengan kebutuhan lokal.

Portofolio Nissan di Indonesia meliputi berbagai segmen: MPV, MPV premium, hatchback, dan SUV. Teknologi yang ditawarkan beragam, mulai dari mesin konvensional, hybrid, hingga listrik. Menurut laman Nissan Indonesia, saat ini masih ada tujuh model yang dijual, meski varian terbatas. Beberapa model bahkan hanya memiliki satu varian.

  • Nissan Magnite
  • Nissan Livina
  • Nissan Kicks e-Power
  • Nissan Serena
  • Nissan Serena e-Power
  • Nissan Leaf
  • Nissan X-Trail e-Power
  • Nissan Terra

Harga mobil Nissan di Indonesia dimulai dari Rp 310 jutaan untuk Magnite. Berikut rincian harga lainnya:

  • Nissan Livina – Rp 331 juta
  • Nissan Kicks e-Power – Rp 522,6 juta
  • Nissan Serena – Rp 560,8 juta
  • Nissan Serena e-Power – Rp 655 juta
  • Nissan Leaf – Rp 744 juta
  • Nissan Terra – Rp 789,9 juta
  • Nissan X-Trail e-Power – Rp 795 juta

Dengan penurunan pangsa pasar dan harga yang kompetitif, Nissan menghadapi tantangan besar untuk tetap relevan di pasar otomotif Indonesia. Meskipun masih memiliki potensi, strategi yang lebih terfokus pada kebutuhan konsumen lokal tampak menjadi kunci untuk memulihkan posisi merek ini.

NissanIndomobil GroupPasar IndonesiaMobil ChinaStrategi LokalTeknologi HybridHarga Mobil

Komentar

Memuat komentar...