Ojek Online Antre SPBU Pertamina Menanti Naik BBM
Gambar atau konten salah?
Driver ojek online (ojol) mulai menyerbu SPBU Pertamina di Jakarta Selatan pada 31 Maret 2024. Mereka menantikan kemungkinan kenaikan harga BBM yang diperkirakan mulai 1 April 2024.
Di sekitar MT Hariyono, Tebet, dan Rasuna Said, antrean panjang terbentuk. Para ojol tidak hanya membeli Pertalite, mereka juga membeli Pertamax.
Salah satu driver ojol yang ditemui, Hilman, mengungkapkan alasan di balik antri panjang. "Ya mending antre sekarang daripada malem. Kalau malem, pasti lebih rame. Besok sih sepi, tapi kan takutnya beneran naik. Kita mah Rp 1 ribu juga berarti," ujarnya.
Hilman berharap bahwa kabar kenaikan BBM tidak akan menjadi kenyataan. "Harapannya sih nggak usah naik lah, repot, untung makin dikit," tambahnya.
Sejak konflik Timur Tengah memanas, banyak negara di Asia Tenggara menaikkan harga BBM. Indonesia, sebaliknya, masih menahan diri. Namun, beberapa hari terakhir muncul kabar bahwa pemerintah sedang mempertimbangkan langkah serupa.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan keputusan pemerintah. "Jadi perlu kami sampaikan bahwa setelah kami melakukan koordinasi, dalam hal ini pemerintah dan Kementerian ESDM bersama dengan Pertamina dan atas petunjuk dari Bapak Presiden, Bapak Presiden selalu mengedepankan kepentingan rakyat dan kepentingan masyarakat di dalam mengambil sebuah keputusan," katanya.
Prasetyo menambahkan bahwa Pertamina belum akan menyesuaikan harga. "Oleh karena itulah, Pertamina menyatakan bahwa Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun BBM nonsubsidi," ujarnya.
Dengan keputusan tersebut, para ojol dapat melanjutkan aktivitas mereka tanpa harus menunggu harga naik. Namun, ketidakpastian tetap ada, karena situasi global dapat berubah.
Secara keseluruhan, situasi menunjukkan bahwa para pengemudi ojek online bersiap menghadapi potensi kenaikan harga BBM, sementara pemerintah menegaskan komitmen untuk menjaga stabilitas harga.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Toyota Panggil Produsen Jepang Bersatu Lawan Mobil China
Tragedi Indramayu: 12 Tewas Akibat Pikap Angkut Manusia
BYD Tabrak Kaca Gedung SCBD, Sopir Salah Injak Pedal
Mitsubishi Luncurkan XForce Hybrid, SUV Irit Pertama
Recall Stiker, Subaru Tarik 541 Ribu Mobil di AS
Rincian Tarif SWDKLLJ 2025, Dari Motor hingga Truk
