Operasi Patuh: Fokus Tilang Manual, Transparansi Utama
Gambar atau konten salah?
Jakarta, kepolisian akan menggelar Operasi Patuh dalam waktu dekat. Operasi ini menekankan peningkatan tilang manual. Irjen Pol Agus Suryonugroho, kepala Korlantas Polri, menjelaskan bahwa penegakan berbasis ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement) masih dominan, mencapai 95 persen, sementara tilang manual 5 persen.
Menjelaskan rencana, Agus mengatakan: “Operasi Patuh yang akan dilakukan satu-dua minggu lagi kami akan ubah. Preemtif tetap, preventif tetap, edukatif tetap, humanis tetap. Tetapi penegakan hukum, saya beri porsi untuk nilang 30 persen,”. Pernyataan ini menandai pergeseran fokus antara teknologi dan prosedur manual.
Agus menekankan prinsip transparansi, due process, equality before law, dan asas praduga tak bersalah. Ia mengingatkan agar tidak ada penyalahgunaan kewenangan dalam penegakan. Penegakan hukum bukan sekadar memenjarakan, melainkan memberikan rasa keadilan yang dapat diterima publik.
Ia menambahkan: “Semangat KUHAP dan KUHP tahun ini bukan memenjarakan orang, tetapi memastikan rasa keadilan itu bisa diterima di tengah masyarakat.” Dan menutup: “Jadilah sahabat masyarakat. Saya tidak mau penegakan hukum yang salah, disalahgunakan, apalagi ada transaksional dalam tilang,” pungkas Agus.
Operasi Patuh akan menyeimbangkan antara teknologi dan prosedur manual, menegaskan komitmen polisi pada keadilan dan prosedur hukum, sambil menolak praktik tilang yang tidak transparan. Dengan pendekatan ini, kepolisian berharap dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap penegakan hukum lalu lintas.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Toyota Panggil Produsen Jepang Bersatu Lawan Mobil China
Tragedi Indramayu: 12 Tewas Akibat Pikap Angkut Manusia
BYD Tabrak Kaca Gedung SCBD, Sopir Salah Injak Pedal
Mitsubishi Luncurkan XForce Hybrid, SUV Irit Pertama
Recall Stiker, Subaru Tarik 541 Ribu Mobil di AS
Rincian Tarif SWDKLLJ 2025, Dari Motor hingga Truk
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
