Pasar Kripto Melemah, Bitcoin dan Ether Tertekan di Tengah Ketidakpastian
Gambar atau konten salah?
Jakarta - Aset kripto mengalami penurunan pada perdagangan siang hari ini, Selasa, 24 Februari 2026. Penurunan tajam yang terjadi pada beberapa token utama kripto diperkirakan masih akan berlanjut dalam waktu dekat.
Berdasarkan data dari Coinmarketcap pada pukul 13.00 WIB, harga Bitcoin (BTC) turun 3,02% dalam 24 jam terakhir, mencapai level US$ 63.056 atau sekitar Rp 1,06 miliar (dengan asumsi kurs Rp 16.837). Harga BTC merosot dari US$ 66.451 atau sekitar Rp 1,11 miliar yang tercatat pada pagi hari. Sementara itu, Ether (ETH) juga melemah 2,28% selama 24 jam terakhir, dengan harga mencapai US$ 1.824 atau sekitar Rp 30,71 juta. Dalam seminggu terakhir, ETH tercatat menurun 7,76% dari harga US$ 1.973 atau sekitar Rp 33,22 juta.
Gabriel Rey, CEO Triv, menyatakan bahwa harga BTC masih memiliki potensi untuk turun lebih lanjut. Menurutnya, level support saat ini berada di angka US$ 59.000 atau sekitar Rp 993,2 juta. Jika harga jatuh di bawah level tersebut, ruang koreksi dapat mencapai US$ 53.000 atau sekitar Rp 892,14 juta. "Support terkuat harusnya ada di angka sekitar US$ 59.900 atau sekitar US$ 60.000. Jika itu tembus, kita akan melihat angka US$ 53.000. Namun, saya yakin harga US$ 60.000 tidak akan turun lebih jauh," ujar Gabriel.
Gabriel menjelaskan bahwa penurunan pasar kripto disebabkan oleh meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Selain itu, pengumuman tarif baru sebesar 15% oleh Presiden AS Donald Trump juga mempengaruhi pergerakan pasar. Banyak investor yang menarik dana dari beberapa token utama, yang terlihat dari meningkatnya harga emas dalam beberapa hari terakhir.
Co-founder Cryptowatch, Christopher Tahir, menambahkan bahwa pelemahan pasar kripto disebabkan oleh banyaknya ketidakpastian global yang membuat pelaku pasar cenderung menghindari risiko. Dominasi investor awam di pasar kripto juga menjadi faktor yang menyebabkan aksi jual pada beberapa token utama. "Dengan dominasi investor awam saat ini, ketidakpastian akan membuat mereka cenderung menjual posisi mereka," jelas Christopher.
Kekhawatiran pelaku pasar juga meningkat akibat ancaman dari teknologi komputasi kuantum. Kombinasi faktor-faktor ini membuat pasar kripto diperkirakan masih akan mengalami koreksi dalam waktu dekat. "Dalam jangka pendek hingga menengah, bursa crypto kemungkinan besar akan mengalami konsolidasi," tutup Christopher.
Dalam situasi ini, investor disarankan untuk tetap waspada terhadap pergerakan pasar dan mempertimbangkan risiko yang ada sebelum melakukan investasi lebih lanjut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Tokenisasi Aset Nyata Diprediksi Tembus US$5,5 Triliun pada 2030
INDODAX Dorong Sertifikasi Wajib Influencer Kripto
Transaksi Kripto Mei 2026 Naik Tipis Jadi Rp23,01 Triliun
Tokocrypto Luncurkan Tokenized Stocks, Akses Saham Global 24 Jam
PAKD: Bursa Global Harus Tunduk pada Aturan Kripto RI
Bitcoin Terkoreksi Usai Sinyal Hawkish The Fed, Investor Diminta Waspada
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
