Pasar Kripto Pulih, Bitcoin dan Ether Kembali Menguat di Tengah Ketegangan Geopolitik

Wati N. · 2 min baca · 4 bulan lalu · 79 dibaca
Bisik.id
Pasar Kripto Pulih, Bitcoin dan Ether Kembali Menguat di Tengah Ketegangan Geopolitik

Gambar atau konten salah?

Pasar kripto mengalami pemulihan pada Rabu, 25 Februari 2026. Sebelumnya, aset digital mengalami penurunan akibat meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Selain itu, pengumuman tarif global baru sebesar 15% dari Presiden AS, Donald Trump, turut mempengaruhi harga aset digital.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap pada pukul 11.15 WIB, token Bitcoin (BTC) naik sebesar 3,8% dalam 24 jam terakhir, mencapai harga US$ 65.445 atau sekitar Rp 1,09 miliar (dengan asumsi kurs Rp 16.804). BTC mulai pulih dari level terendahnya di US$ 62.694 atau sekitar Rp 1 miliar pada pagi hari. Token Ether (ETH) juga mencatatkan kenaikan sebesar 4,86% ke harga US$ 1.904 atau sekitar Rp 31,99 juta dalam periode yang sama, setelah sebelumnya berada di level terendah US$ 1.813 atau sekitar Rp 30,46 juta.

Pelemahan harga BTC sebelumnya disebabkan oleh ketidakmampuannya untuk bertahan di area US$ 64.000 hingga US$ 65.000. Menurut data dari Standard Chartered, jika area tersebut tidak dapat dipertahankan, ada potensi penurunan lebih lanjut hingga US$ 50.000 sebelum harga stabil kembali. Saat ini, Bitcoin masih berada di bawah level psikologis US$ 70.000, menandakan adanya tekanan jangka pendek di pasar.

Antony Kusuma, Vice President Indodax, menyatakan bahwa koreksi yang terjadi pada BTC kali ini terlihat lebih teratur dibandingkan dengan siklus krisis sebelumnya. Dia menilai situasi ini menunjukkan bahwa pasar kripto semakin matang dan memiliki potensi untuk pulih.

Antony juga menambahkan bahwa peluang rebound masih terbuka. Saat ini, pasar berada dalam fase konsolidasi, dan jika kondisi makroekonomi membaik serta ada aliran dana baru ke pasar, Bitcoin berpotensi keluar dari tekanan bearish. Investor saat ini cenderung menggunakan strategi Dollar Cost Averaging (DCA), yaitu membeli secara bertahap untuk mengurangi dampak fluktuasi harga jangka pendek.

Sementara itu, CEO Triv, Gabriel Rey, menjelaskan bahwa pelemahan pasar kripto secara umum disebabkan oleh ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Banyak investor menarik dananya dari berbagai token utama, yang terlihat dari penguatan harga emas dalam beberapa hari terakhir. BlackRock juga dilaporkan menjual sebagian porsi investasi di ETH setelah Vitalik Buterin, pendiri token tersebut, melakukan penjualan bersih jutaan dolar sejak harga US$ 3.000 hingga saat ini.

Penguatan harga juga terlihat pada beberapa altcoin lainnya. BNB misalnya, naik 0,79% dalam 24 jam terakhir ke harga US$ 595,43. Token Solana (SOL) juga mengalami kenaikan sebesar 7,29% ke harga US$ 82,24. Stablecoin seperti Tether (USDT) tetap stabil di harga US$ 0.9998, sementara USDC menguat 0,1% ke harga US$ 1. Memecoin DOGE juga mencatatkan penguatan 1,32% dalam 24 jam terakhir, mencapai harga US$ 0.09261.

Pasar kripto menunjukkan dinamika yang menarik, dengan perubahan harga yang terus berlangsung. Ketegangan geopolitik dan keputusan ekonomi seperti tarif baru memberikan dampak yang signifikan terhadap pergerakan aset digital.

pasar kriptoBitcoinEthergeopolitiktarif globalinvestorkonsolidasifluktuasi harga

Komentar

Memuat komentar...