Pemerintah Lombok Timur Terapkan WFH bagi ASN, Larang Pancing
Gambar atau konten salah?
Work from home (WFH) kini menjadi rencana pemerintah pusat bagi aparatur sipil negara (ASN) di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Bupati Haerul Warisin, yang sering dipanggil Iron, menegaskan bahwa para ASN di wilayah ini tidak boleh pergi memancing saat sedang WFH.
Iron menjelaskan bahwa penerapan WFH akan dilakukan dengan sistem pembagian hari kerja. Sebagian ASN akan bekerja dari rumah, sementara yang lain tetap bertugas di kantor. “Mungkin nanti kami mengurangi jumlah yang masuk kantor. Ada yang bekerja dari rumah, ada yang bekerja di kantor,” teriaknya pada Senin (30/3/2026).
Ia menambahkan bahwa kebijakan ini bertujuan efisiensi energi akibat perang teluk serta kebijakan pemerintah pusat. “Kami akan berlakukan cara kerja, cara kerja di kantor-kantor. Misalnya nih di kantor Dinas Koperasi ada 50 orang. Nah mungkin nanti 25 orang kerja di rumah, 25 orang kerja di kantor. Karena ini imbas dari perang teluk,” jelas Iron.
Selain itu, Iron mengingatkan para ASN agar tidak menggunakan waktu WFH untuk aktivitas lain yang tidak produktif. “Tapi ya jangan kerja di rumah kemudian dia pergi mancing, nggak boleh ya. Itu sama saja dengan menghabiskan BBM itu,” ujarnya.
Keputusan ini menegaskan bahwa WFH di Lombok Timur bukan sekadar fleksibilitas, melainkan upaya menekan konsumsi energi dan mematuhi peraturan pemerintah. Para ASN diharapkan menyesuaikan diri dengan jadwal baru dan menjaga disiplin selama bekerja dari rumah.
Dengan pembagian hari kerja, pemerintah daerah berharap dapat menyeimbangkan kebutuhan operasional kantor dan efisiensi energi, sekaligus menegakkan disiplin kerja di masa transisi ini.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
