Pemprov Bali WTP Laporan 2025, 13 Kalinya Berturut‑Turut
Gambar atau konten salah?
Pemprov Bali kembali menegaskan bahwa laporan keuangan tahun anggaran 2025 mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan. Opini ini berarti auditor menilai bahwa semua angka dalam laporan akurat dan tidak ada ketidaksesuaian signifikan. Ini menjadi ke-13 kalinya berturut‑turut, menandai konsistensi dalam pengelolaan fiskal daerah.
Wakil Gubernur I Nyoman Giri Prasta mengungkapkan hal tersebut ketika memaparkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 di Rapat Paripurna ke‑41 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025‑2026 DPRD Bali, 19 Juni 2026. Raperda ini akan menjadi dasar hukum bagi pelaksanaan anggaran di masa depan.
“Ini menjadi bukti, bahwa tata kelola pemerintahan dan pengelolaan keuangan daerah terus berjalan secara transparan, akuntabel, efektif dan bertanggung jawab,” terang Giri.
“Menurutnya, raihan WTP tersebut menjadi kebanggaan masyarakat Bali sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan daerah yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.”
Giri juga menyajikan realisasi APBD Bali 2025. Pendapatan daerah yang ditargetkan sebesar Rp 6,66 triliun berhasil terealisasi Rp 7,04 triliun, atau 105,82 % dari target.
Belanja daerah yang dianggarkan Rp 7,41 triliun terealisasi Rp 6,55 triliun, setara 88,42 %.
Penerimaan pembiayaan daerah dari target Rp 1,15 triliun terealisasi Rp 620,67 miliar, yaitu 53,79 %. Pengeluaran pembiayaan yang dianggarkan Rp 405,46 miliar terealisasi hampir 100 %.
Secara keseluruhan, Pemprov Bali mencatat Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) sebesar Rp 712,87 miliar, terbagi menjadi kas Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rp 96,23 miliar dan kas pada Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Rp 609,16 miliar. SiLPA ini dapat dialokasikan untuk menutup defisit belanja atau memperkuat cadangan kas.
Meski demikian, pemprov masih mencatat utang belanja sebesar Rp 166,47 miliar. Utang ini mencakup pinjaman jangka pendek dan jangka panjang yang digunakan untuk membiayai proyek infrastruktur.
Neraca keuangan per 31 Desember 2025 menunjukkan total aset Rp 23,19 triliun, kewajiban Rp 1,536 triliun dan ekuitas dana Rp 21,6 triliun. Rasio ini mencerminkan kesehatan fiskal daerah yang stabil.
Dalam laporan operasional, pendapatan operasional tercatat Rp 10,85 triliun dengan beban daerah Rp 6,05 triliun, menghasilkan surplus operasional Rp 4,02 triliun. Surplus ini dapat digunakan untuk memperbaiki layanan publik atau menambah dana cadangan.
“Setelah memperhitungkan surplus non‑operasional dan beban luar biasa, maka secara laporan operasional menunjukkan surplus sebesar Rp 4,08 triliun,” imbuhnya.
“Pemprov Bali berharap pembahasan raperda ini dapat berlangsung secara konstruktif, objektif dan penuh semangat kebersamaan sehingga menghasilkan keputusan terbaik bagi kemajuan Bali dan kesejahteraan masyarakat Bali,” pungkas Giri.
Selanjutnya, pembahasan kedua raperda akan dilanjutkan di rapat lanjutan sebelum diadopsi menjadi peraturan daerah. Proses ini melibatkan komite teknis dan perwakilan legislatif untuk memastikan semua aspek hukum dan fiskal telah dipertimbangkan.
Keberhasilan berulang ini menegaskan komitmen pemprov dalam mengelola keuangan secara disiplin, sekaligus memberi sinyal positif bagi investor dan warga yang mengandalkan transparansi fiskal. Dengan surplus yang cukup, daerah memiliki ruang untuk memperluas program sosial dan infrastruktur tanpa menambah beban utang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
