Pendidikan Kembali Tatap Muka, PJJ 2026 Dibatalkan Resmi

Kartika D. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 96 dibaca
Bisik.id
Pendidikan Kembali Tatap Muka, PJJ 2026 Dibatalkan Resmi

Gambar atau konten salah?

Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang direncanakan mulai April 2026 tidak akan dilaksanakan. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengumumkan keputusan tersebut dan menjelaskan alasan di baliknya.

Menurut Mu'ti, semua pelajaran di sekolah akan kembali tatap muka seperti biasa. Ia menyatakan, “Sesuai hasil rapat lintas Kementerian dan Pernyataan Pers Menko PMK pada 23 Maret, pembelajaran di sekolah dilaksanakan sebagaimana biasa (tatap muka),” kata Menteri Mu'ti saat dihubungi pada 25 Maret 2026.

Keputusan ini didasari pertimbangan akademik serta upaya memperkuat pendidikan karakter di lingkungan sekolah. Mu'ti menambahkan, “Penjelasan lebih lanjut akan disampaikan dalam Surat Edaran Menteri Dikdasmen. Tunggu saja,” sambil menegaskan bahwa dokumen tersebut akan menguraikan kebijakan belajar di tengah krisis global dan menanggapi kekhawatiran tentang learning loss bila sekolah kembali bersifat daring seperti pada masa pandemi COVID-19.

Keputusan ini juga mendapat dukungan dari Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno. Ia menegaskan bahwa pembelajaran tetap tatap muka setelah koordinasi antara Menko PMK, Mendikdasmen, dan Menteri Agama. Pratikno mengingatkan bahwa meski pernah ada diskusi tentang metode hybrid, rapat lintas kementerian memutuskan bahwa PJJ tidak menjadi urgensi saat ini.

Pratikno menekankan prioritas Presiden terhadap sektor pendidikan, termasuk revitalisasi sekolah, Sekolah Rakyat, dan Sekolah Unggul Garuda. Ia berkata, “Sebagaimana prioritas luar biasa Bapak Presiden kepada sektor pendidikan, mulai dari revitalisasi sekolah, Sekolah Rakyat, dan Sekolah Unggul Garuda, maka kita harus mempercepat peningkatan kualitas pendidikan secara umum, baik yang berada di bawah Kemendikdasmen, Kemenag, dan Kemendiktisainstek. Ini prioritas. Ini utama,” ujarnya.

Selain fokus pada pendidikan, Pratikno juga mendukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto mengenai penghematan bahan bakar minyak (BBM). Ia menginstruksikan efisiensi di semua bidang, termasuk pemotongan dana perjalanan dinas nonesensial, optimalisasi rapat daring, dan penerapan flexible working arrangement (FWA) secara terukur. “Pelayanan kepada masyarakat, peningkatan kualitas SDM, serta mendukung akselerasi pembangunan yang berkeadilan harus terus diperkuat dengan cara-cara yang lebih cerdas dan efisien,” ujarnya.

Dengan keputusan ini, pemerintah menegaskan kembali komitmen terhadap pembelajaran tatap muka sebagai cara terbaik untuk menjaga kualitas pendidikan dan karakter siswa. Kebijakan ini diharapkan dapat meminimalkan risiko kehilangan pembelajaran yang pernah dialami selama pandemi, sekaligus mendukung upaya efisiensi energi dan penghematan sumber daya nasional.

Pembelajaran Tatap MukaPJJMendikdasmenMenko PMKRevitalisasi SekolahPenghematan BBMPendidikan Karakter

Komentar

Memuat komentar...