Penjualan Motor Turun 4,11% di Kuartal 2026, 1,6 Juta Unit
Gambar atau konten salah?
Penjualan sepeda motor di Indonesia turun pada 01 Maret 2026. Data yang dibagikan oleh Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) menunjukkan penurunan terbesar di kuartal pertama tahun ini.
Untuk periode 01 Januari 2026 – 31 Maret 2026, total penjualan motor mencapai 1.614.091 unit. Angka ini lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada 01 Januari 2025 – 31 Maret 2025, yang tercatat 1.683.212 unit. Secara year-to-year, pasar motor turun sekitar 4,11 %.
Jika dilihat per bulan, penurunan lebih tajam. Pada 01 Maret 2026, penjualan motor dalam negeri hanya 448.974 unit. Sebelumnya, pada 01 Februari 2026, tercatat 587.354 unit, dan pada 01 Januari 2026, 577.763 unit. Penurunan drastis sebesar 23,56 % dalam satu bulan biasanya dipengaruhi faktor musiman, seperti jumlah hari kerja yang lebih sedikit.
Data lebih lanjut mengenai segmen motor yang paling banyak dicari tidak tersedia secara detail. Namun, berdasarkan rilis Januari, segmen skutik masih mendominasi permintaan sepeda motor baru di pasar domestik pada tahun lalu dengan kontribusi 91,7 %. Sisanya berasal dari jenis motor underbone 4,46 %, tipe sport 3,51 %, dan sepeda motor listrik masih di bawah 1 %.
AISI melihat pasar motor domestik masih memiliki potensi untuk terus bertumbuh, meski menghadapi tantangan ekonomi. Ketua Bidang Komersial AISI, Sigit Kumala, mengungkapkan bahwa kondisi geopolitik global dapat memengaruhi perekonomian dan pasar motor domestik. Ia menambahkan, “Dengan mempertimbangkan berbagai kondisi dan tantangan yang potensial terjadi di tahun ini, kami memproyeksikan pasar sepeda motor domestik akan relatif stabil tahun ini di angka 6,4 juta-6,7 juta unit.”
Berikut rincian penjualan motor per bulan:
- 01 Januari 2026: 577.763 unit
- 01 Februari 2026: 587.354 unit
- 01 Maret 2026: 448.974 unit
- Total: 1.614.091 unit
Secara keseluruhan, penurunan penjualan motor di Indonesia pada kuartal pertama 2026 menandakan tantangan bagi produsen dan distributor. Namun, prospek pasar tetap stabil di kisaran 6,4–6,7 juta unit, menandakan bahwa permintaan masih cukup kuat meski menghadapi faktor eksternal dan musiman.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Toyota Panggil Produsen Jepang Bersatu Lawan Mobil China
Tragedi Indramayu: 12 Tewas Akibat Pikap Angkut Manusia
BYD Tabrak Kaca Gedung SCBD, Sopir Salah Injak Pedal
Mitsubishi Luncurkan XForce Hybrid, SUV Irit Pertama
Recall Stiker, Subaru Tarik 541 Ribu Mobil di AS
Rincian Tarif SWDKLLJ 2025, Dari Motor hingga Truk
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
