Penyu Lekang Mati Ditemukan di Pantai Yehembang, Bali
Gambar atau konten salah?
On 29 April 2026, a dead sea turtle of the species Lekang was found on the shore of Pantai Yehembang in the Mendoyo district of Jembrana, Bali. The carcass was discovered by local residents in the morning.
Kapolsek Mendoyo, Kompol I Wayan Sartika, said the discovery occurred at about 09.30 Wita. A community report prompted police officers to head straight to Banjar Pasar, Desa Yehembang, to inspect the site.
"Setelah menerima informasi dari warga pesisir, kemudian langsung mengecek ke lokasi. Benar ditemukan seekor penyu jenis Lekang dalam kondisi sudah mati," ungkap Sartika saat dikonfirmasi detikBali, Rabu.
Field identification revealed the turtle measured roughly 98 cm in length and 60 cm in width. No visible injuries were noted, yet the animal was already deceased when found at the beach edge.
"Tidak ditemukan adanya luka-luka pada tubuh penyu tersebut, tapi kondisinya sudah mati saat ditemukan di bibir pantai," jelas Sartika.
Following the find, the police coordinated with the Balai Pengelolaan Kelautan (Balai PK). The joint assessment led to a decision that the carcass must be handled promptly according to established protocol.
"Untuk menghindari bau tidak sedap dan potensi gangguan kesehatan bagi masyarakat sekitar, petugas memutuskan untuk langsung mengubur bangkai penyu tersebut di sekitar lokasi penemuan."
"sekitar pukul 09.45 Wita, dilakukan penguburan di sekitar lokasi oleh anggota kami bersama pihak terkait dan disaksikan warga setempat," pungkas Sartika.
The incident underscores the importance of swift action in protecting marine wildlife and maintaining public health in coastal communities.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
