Prabowo: Produksi Sedan Listrik 2028, Pasar Turun Parah
Gambar atau konten salah?
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan harapannya bahwa Indonesia dapat memproduksi sedan listrik secara massal pada 2028. Pernyataan itu tampak bertentangan dengan kondisi pasar, karena minat kendaraan tersebut telah menurun.
Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang diambil pada 09 April 2024, penjualan mobil sedan di tahun lalu hanya 4.084 unit, dengan pangsa pasar 0,5 persen. Angka ini turun drastis dibandingkan penjualan Januari‑Desember 2024, yang mencapai 10.529 unit dan pangsa pasar 1,2 persen. Penurunan lebih dari 50 persen dalam setahun.
Penjualan sedan terus menurun di Indonesia. Selama Januari‑Februari 2026, hanya 546 unit kendaraan yang terjual kepada konsumen. Data ini mencatat penjualan sedan bensin saja, bukan listrik.
Sedan listrik memang masih sangat terbatas. Hyundai Ioniq 6 hanya terjual 191 unit sepanjang tahun lalu, sedangkan BYD Seal mencatat 1.195 unit pada periode yang sama. Angka-angka ini jauh di bawah penjualan SUV dan MPV.
Prabowo menekankan bahwa pemerintah terus mendorong pemanfaatan listrik sebagai sumber energi utama. Langkah ini diambil agar Indonesia tidak lagi bergantung pada energi fosil.
Baru saja, Prabowo meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik di Magelang, yang dikembangkan oleh PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. Pabrik ini menampilkan bus, truk, dan forklift yang sepenuhnya menggunakan tenaga listrik.
“Saya sangat bangga kita sekarang di Indonesia punya kemampuan untuk produksi bus dan truk dari listrik. Ini sangat‑sangat penting dan memang rencana kita saya berharap di tahun 2028, kita akan produksi secara besar‑besaran mobil sedan dari listrik,” ujar Prabowo, seperti ditayangkan di YouTube Sekretariat Presiden.
Prabowo tidak menguraikan detail tentang rencana produksi sedan listrik massal tersebut. Namun ia menegaskan bahwa Indonesia sudah dapat memproduksi kendaraan listrik dengan komponen lokal yang cukup tinggi.
“Jadi saya bahagia, ini arah kita. Kita juga sudah membentuk perusahaan untuk memproduksi sedan. Ya sedan dari listrik,” tambahnya.
Dengan data penjualan yang menurun dan fokus pemerintah pada energi listrik, ambisi produksi sedan listrik massal menantang realitas pasar. Namun, dukungan infrastruktur dan komitmen politik menunjukkan upaya Indonesia untuk mengembangkan industri kendaraan listrik tetap berlanjut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Toyota Panggil Produsen Jepang Bersatu Lawan Mobil China
Tragedi Indramayu: 12 Tewas Akibat Pikap Angkut Manusia
BYD Tabrak Kaca Gedung SCBD, Sopir Salah Injak Pedal
Mitsubishi Luncurkan XForce Hybrid, SUV Irit Pertama
Recall Stiker, Subaru Tarik 541 Ribu Mobil di AS
Rincian Tarif SWDKLLJ 2025, Dari Motor hingga Truk
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
