Pria 56 Tahun Meninggal di Pasar Oefitis, Diduga Serangan Jantung

Cahyo S. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 75 dibaca
Bisik.id
Pria 56 Tahun Meninggal di Pasar Oefitis, Diduga Serangan Jantung

Gambar atau konten salah?

Di Pasar Oefitis, Desa Oelfatu, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, polisi menelusuri penyebab kematian seorang pria berusia 56 tahun bernama Mesak Oemanu. Menurut laporan, mesak meninggal sekitar pukul 03.00 Wita pada Senin, 18 Mei 2026, diduga akibat serangan jantung.

Menurut Kapolsek Amfoang Utara Iptu Valentinus Beribe, Korban merupakan warga Dusun 5, Desa Tanini, Kecamatan Takari Kabupatwn Kupang. Dia diperkirakan meninggal akibat serangan jantung, ia mengatakan.

Insiden bermula ketika Mesak, bersama istrinya Yortia Benu (39) dan anak mereka, berangkat dari Kupang ke Pasar Oefitis pada Sabtu, 16 Mei 2026 untuk berjualan mainan anak. Mereka tiba di pasar pada Minggu, 17 Mei 2026, lalu menyiapkan tenda untuk beristirahat.

Di tengah malam, sekitar pukul 01.30 Wita, Mesak mengeluh nyeri dada kiri dan jantung berdetak cepat. Mesak memilih tidur, namun tidak lama kemudian Yortia mendengar suaminya menarik napas empat kali. Saat Yortia memeriksa, Mesak sudah tak bernyawa. Kejadian segera dilaporkan ke Pospol Soliu.

Wakapolsek Amfoang Utara Ipda Hironimus Neni bersama tim medis Puskesmas Soliu, di bawah pimpinan Semri Banu, langsung menuju lokasi untuk mengolah TKP dan melakukan pemeriksaan medis. Hasil pemeriksaan tidak menunjukkan tanda kekerasan pada tubuh Mesak.

Menurut Valentinus, Mesak pernah mengeluh nyeri dada pada Maret 2026. Ia dan istrinya sering berkeliling menjual mainan anak kecil, Korban dan istrinya merupakan pedagang keliling yang sering berjualan barang mainan anak kecil, tambahnya.

Jenazah Mesak saat ini disimpan sementara di rumah warga dekat Pasar Oefitis. Rencana selanjutnya adalah membawa jenazah ke kampungnya menggunakan pikap, lalu mengantarkannya ke pinggir Sungai Kapsali dan melanjutkannya ke seberang sungai.

Dalam pernyataan, Valentinus menegaskan bahwa keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak agar jenazah diautopsi, Keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolah untuk diautopsi, ia menyatakan.

Salah satu warga, Yosua Nobel, melaporkan situasi di pasar: Lokasinya dalam pasar. Ini beta (saya) lagi di pasar. Polisi sudah datang ambil keterangan, ia beritahu.

Kasus ini menegaskan pentingnya kesiapsiagaan medis di daerah terpencil. Meskipun tidak ada bukti kekerasan, serangan jantung tak terduga dapat menimpa siapa saja, bahkan saat melakukan aktivitas sehari-hari seperti berjualan. Penyebab pasti masih dalam penyelidikan, namun laporan awal menempatkan serangan jantung sebagai penyebab utama kematian Mesak Oemanu.

Mesak OemanuPasar Oefitisserangan jantungpedagang mainanpolisi KupangPuskesmas Soliukesiapsiagaan medis

Komentar

Memuat komentar...