Puasa Dzulhijjah 2026: Jadwal, Niat, dan Keutamaan Penuh

Rini S. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 137 dibaca
Bisik.id
Puasa Dzulhijjah 2026: Jadwal, Niat, dan Keutamaan Penuh

Gambar atau konten salah?

Menjelang Hari Raya Idul Adha, umat Muslim diharapkan melaksanakan puasa Dzulhijjah. Puasa sunnah ini diperkirakan jatuh pada Senin, 18 Mei 2026, dan dianggap sangat dianjurkan karena nilai ibadahnya yang besar.

Berikut bacaan niat puasa Dzulhijjah 2026. Menurut NU Online, niat dapat dibaca sejak malam hari, mulai terbenam matahari hingga sebelum terbit fajar. Berikut lafal niatnya:

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta'âlâ.
Artinya: Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah ta'âlâ.

Karena termasuk puasa sunnah, yang lupa berniat pada malam hari masih diperbolehkan membaca niat pada siang hari. Ketentuannya, niat dilakukan sebelum waktu zuhur dan belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.

Berikut lafal niat ketika siang hari:

نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hâdzal yaumi 'an adâ'i syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta'âlâ.
Artinya: Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah hari ini karena Allah ta'âlâ.

Jadwal puasa Dzulhijjah 2026, mengutip laman Baznas, adalah sebagai berikut. 1 Dzulhijjah 1447 H diperkirakan jatuh pada Senin, 18 Mei 2026:

  • 1 Dzulhijjah: Senin, 18 Mei 2026
  • 2 Dzulhijjah: Selasa, 19 Mei 2026
  • 3 Dzulhijjah: Rabu, 20 Mei 2026
  • 4 Dzulhijjah: Kamis, 21 Mei 2026
  • 5 Dzulhijjah: Jumat, 22 Mei 2026
  • 6 Dzulhijjah: Sabtu, 23 Mei 2026
  • 7 Dzulhijjah: Minggu, 24 Mei 2026

Keutamaan puasa Dzulhijjah, sebagaimana dilansir dari NU Online, mencakup tiga poin utama.

1. Pelipatan pahala. Pahala ibadah pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah mendapatkan pelipatan dibanding ibadah di bulan lainnya. Rasulullah saw bersabda:

مَا مِنْ أَيَّامٍ أَحَبَّ إِلَى اللّٰهِ أَنْ يُتَعَبَّدَ لَهُ فِيْهَا مِنْ عَشْرِ ذِي الْحِجَّةِ يَعْدِلُ صِيَامُ كُلِّ يَوْمٍ مِنْهَا بِصِيَامِ سَنَةٍ وَقِيَامُ كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْهَا بِقِيَامِ لَيْلَةِ الْقَدْرِ
مَا مِنْ أَيَّامٍ أَحَبَّ إِلَى اللّٰهِ أَنْ يُتَعَبَّدَ لَهُ فِيْهَا مِنْ عَشْرِ ذِي الْحِجَّةِ يَعْدِلُ صِيَامُ كُلِّ يَوْمٍ مِنْهَا بِصِيَامِ سَنَةٍ وَقِيَامُ كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْهَا بِقِيَامِ لَيْلَةِ الْقَدْرِ
Artinya: Tidak ada hari-hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah selain sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan satu tahun berpuasa, satu malam mendirikan shalat malam setara dengan shalat pada malam Lailatul Qadar (HR At-Tarmidzi). Maksudnya, satu tahun puasa sunnah, bukan puasa Ramadhan.

2. Penghapusan dosa. Berpuasa pada tanggal 9 Dzulhijjah (hari Arafah) dapat menghapus dosa selama dua tahun. Rasulullah saw bersabda:

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِيْ قَبْلَهُ
Artinya: Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu (HR Muslim). Menurut mayoritas ulama, dosa-dosa yang dihapus sebab puasa Arafah adalah dosa kecil.

3. Hari pembebasan dari siksa neraka. Termasuk keutamaan hari Arafah adalah Allah lebih banyak membebaskan hamba-Nya dari api neraka pada hari ini dibanding hari-hari lainnya. Rasulullah saw bersabda:

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ: مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ؟
Artinya: Tidak ada hari di mana Allah membebaskan hamba dari neraka lebih banyak daripada Hari Arafah, dan sungguh Dia mendekat lalu membanggakan mereka di depan para Malaikat dan berkata, "Apa yang mereka inginkan?" (HR Muslim).

Dengan memahami niat, jadwal, dan keutamaan puasa Dzulhijjah, umat dapat melaksanakan ibadah ini dengan penuh kesadaran. Puasa sunnah ini bukan sekadar tradisi, melainkan kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui amalan yang telah dianjurkan dan dihargai dalam ajaran Islam.

Puasa DzulhijjahNiat PuasaJadwal PuasaKeutamaan PuasaArafahPenghapusan DosaPelipatan Pahala

Komentar

Memuat komentar...