Puasa Dzulhijjah 2026: Mulai 18 Mei, Akhir 26 Mei hari
Gambar atau konten salah?
Puasa Dzulhijjah pada tahun 2026 dimulai pada Senin, 18 Mei 2026, yang sekaligus menandai 1 Dzulhijjah 1447 H. Pada hari tersebut umat Islam di seluruh dunia mengingatkan diri untuk memperbanyak amal saleh, menyiapkan hati menjelang Hari Raya Idul Adha. Puasa ini dianggap sebagai ibadah sunnah yang dianjurkan dilaksanakan antara 1 hingga 9 Dzulhijjah.
Meski begitu, masih banyak orang yang bertanya apakah puasa ini harus dilaksanakan selama sembilan hari berturut‑turut atau ada ketentuan khusus. Berikut penjelasan lengkap tentang waktu pelaksanaan puasa Dzulhijjah agar ibadah dapat dijalankan dengan baik.
Jadwal Puasa Dzulhijjah 2026
- 1 Dzulhijjah: Senin, 18 Mei 2026
- 2 Dzulhijjah: Selasa, 19 Mei 2026
- 3 Dzulhijjah: Rabu, 20 Mei 2026
- 4 Dzulhijjah: Kamis, 21 Mei 2026
- 5 Dzulhijjah: Jumat, 22 Mei 2026
- 6 Dzulhijjah: Sabtu, 23 Mei 2026
- 7 Dzulhijjah: Minggu, 24 Mei 2026
- 8 Dzulhijjah (Puasa Tarwiyah): Senin, 25 Mei 2026
- 9 Dzulhijjah (Puasa Arafah): Selasa, 26 Mei 2026
Waktu pelaksanaan puasa Dzulhijjah pada dasarnya dapat dimulai kapan saja antara 1 hingga 9 Dzulhijjah. Namun, para ulama menekankan bahwa puasa sembilan hari penuh di awal Dzulhijjah sangat dianjurkan karena mencerminkan kebiasaan mulia Rasulullah. Sebagaimana diriwayatkan dalam hadits:
"Rasulullah biasa berpuasa pada sembilan hari Dzulhijjah, pada hari Asyura, dan tiga hari setiap bulan." (HR. Abu Dawud)
Hadits tersebut menegaskan bahwa puasa Dzulhijjah memiliki status sunnah. Artinya, pelaksanaannya akan mendapatkan pahala, namun tidak menimbulkan dosa jika tidak dilaksanakan. Tidak ada kewajiban khusus dalam syariat yang mewajibkan puasa Dzulhijjah dilakukan secara penuh dan berurutan. Umat Islam dapat memilih melaksanakan puasa hanya pada sebagian hari dari sembilan hari pertama di bulan Dzulhijjah.
Keutamaan Puasa Dzulhijjah
Menurut Nahdlatul Ulama Online, puasa di bulan Dzulhijjah, khususnya pada sembilan hari pertamanya, memiliki keutamaan yang lebih besar dibandingkan puasa pada hari-hari biasa. Hal ini disebabkan oleh status bulan Dzulhijjah sebagai salah satu waktu yang sangat dimuliakan dalam Islam. Beberapa keutamaan yang dijanjikan Allah SWT kepada hamba-Nya yang mampu melaksanakan ibadah sunnah puasa Dzulhijjah adalah sebagai berikut:
- Pahala Berlimpah – Puasa merupakan salah satu rukun Islam yang menjadi pondasi agama. Meskipun hukumnya sunnah, puasa Dzulhijjah menjadi amalan yang sangat dianjurkan bagi umat Islam untuk meraih pahala berlimpah dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ما من أيام العمل الصالح فيهن أحب إلى الله من هذه الأيام العشر (HR At‑Tirmidzi)
Artinya: "Tiada ada hari lain yang disukai Allah SWT untuk beribadah seperti sepuluh hari ini."
- Pengampunan Dosa – Puasa Dzulhijjah tidak hanya memberi pahala, tetapi juga dapat menghapuskan dosa‑dosa kecil bagi umat Islam yang menjalaninya dengan iman dan keikhlasan. Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Dalam hadits:
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِيْ قَبْلَهُ (HR Muslim)
- Dijauhkan dari Api Neraka – Puasa Dzulhijjah memiliki keutamaan besar sebagai hari pembebasan dari siksa neraka. Pada kesempatan ini, Allah SWT memberikan ampunan yang luas kepada hamba-Nya untuk memberi pertolongan dari siksa api neraka.
Dengan demikian, puasa Dzulhijjah menjadi ibadah yang sangat dianjurkan, meski tidak wajib. Umat dapat menyesuaikan diri dengan kondisi pribadi, kesehatan, dan kemampuan. Namun, bagi yang mampu, melaksanakan puasa sembilan hari berturut‑turut dapat menambah pahala dan memperkuat ketakwaan.
Keputusan akhir tetap berada di tangan individu. Yang terpenting adalah niat yang tulus dan kesungguhan dalam melaksanakan ibadah. Puasa Dzulhijjah, baik secara penuh maupun sebagian, tetap menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbanyak amal saleh, serta menyiapkan diri menghadapi Hari Raya Idul Adha.
Puasa Dzulhijjah 2026, mulai 18 Mei 2026 hingga 26 Mei 2026, menawarkan kesempatan bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah mereka. Dengan memahami jadwal, ketentuan, dan keutamaan yang ada, setiap individu dapat menyesuaikan pelaksanaan puasa sesuai kebutuhan dan kondisi. Selama niat dan usaha tetap konsisten, puasa ini akan membawa manfaat spiritual dan moral bagi semua yang melaksanakannya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
