Puasa Syawal: 6 Hari Keutamaan setelah Idul Fitri Bulan Syawal
Gambar atau konten salah?
Bulan Syawal menjadi periode penuh kebahagiaan bagi umat Muslim di Indonesia. Setelah menunaikan puasa sebulan penuh, tiba hari kemenangan pada 1 Syawal atau Hari Raya Idul Fitri. Masyarakat merayakan dengan sukacita, menyiapkan makanan di meja makan, dan menata kue kering cantik di ruang tamu.
Di balik kebahagiaan Lebaran, ada ibadah sunnah yang sering terlupakan: puasa di bulan Syawal. Meskipun tidak wajib, puasa ini memiliki keutamaan yang besar. Nabi Muhammad dan para sahabat pernah melakukannya, dan hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim menguatkan hal tersebut.
Hadis tersebut berbunyi: “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim no. 1164). Keutamaan puasa Syawal ini dapat dibandingkan dengan menunaikan puasa setahun. Meskipun tidak mungkin menunaikan puasa sepanjang tahun karena ada hari-hari yang dilarang berpuasa, puasa enam hari di Syawal memberi pahala setara berpuasa sepanjang tahun.
Hikmah di balik puasa Syawal adalah rasa syukur atas penyelesaian puasa Ramadhan, sekaligus bentuk ketaatan dan konsistensi mengikuti anjuran Nabi Muhammad. Puasa ini juga menjadi sarana menegaskan kesungguhan beribadah setelah menyelesaikan ibadah wajib.
Bagaimana cara melaksanakan puasa Syawal? Cara melakukannya mirip dengan puasa sunnah lainnya. Niat diucapkan selama sahur: “Nawaitu shauma ghadin 'an adâ'i sunnatis Syawwâli lillâhi ta'âlâ”, artinya “Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah swt.”
Jika ingin memulai puasa pada hari itu, dapat dilakukan tanpa sahur. Cukup pastikan belum makan dan minum, serta tidak melebihi waktu zuhur. Puasa Syawal dapat dilaksanakan dari 2 Syawal sampai 7 Syawal, namun fleksibilitasnya memungkinkan pelaksanaan sepanjang bulan Syawal. Puasa ini juga bisa digabung dengan puasa sunnah lain seperti puasa qadha, Senin-Kamis, atau Ayyamul Bid.
Berikut perkiraan tanggal puasa Syawal 2026:
• 1 Syawal (Idul Fitri) – Muhammadiyah: 20 Maret 2026 (Jumat)
• Puasa Syawal (mulai 2 Syawal): 21 Maret 2026 (Sabtu)
• Rentang utama 6 hari: 21-26 Maret 2026
• 1 Syawal (Idul Fitri) – NU: 21 Maret 2026 (Sabtu)
• Puasa Syawal (mulai 2 Syawal): 22 Maret 2026 (Minggu)
• Rentang utama 6 hari: 22-27 Maret 2026
Puasa Syawal adalah ibadah yang mengajarkan disiplin, rasa syukur, dan kesabaran. Melaksanakan puasa ini merupakan cara sederhana untuk menambah pahala setelah menunaikan puasa wajib di bulan Ramadhan.
Ringkasan: Puasa Syawal, yang dilakukan setelah Idul Fitri, memiliki keutamaan setara berpuasa setahun penuh menurut hadis. Niatnya diucapkan saat sahur, dan dapat dilaksanakan mulai 2 Syawal hingga akhir bulan. Pada tahun 2026, Idul Fitri jatuh pada 20 dan 21 Maret, dengan periode utama puasa Syawal mulai 21 atau 22 Maret. Ibadah ini memperkuat rasa syukur dan konsistensi umat dalam beribadah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
