Puting Beliung Menerjang Banjar Pasar, Jembrana, Bali Pagi
Gambar atau konten salah?
Angin puting beliung menerjang pemukiman warga di Banjar Pasar, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali pada 19 Maret 2024.
Pada pukul 18.30 Wita, Kompol I Wayan Sartika, kepala polisi di Mendoyo, melaporkan bahwa hujan deras dan angin kencang tiba-tiba muncul saat hari semakin gelap.
Angin kencang memaksa atap genting dan asbes terbang keluar dari beberapa rumah warga. Beberapa atap rumah terlepas, menimbulkan kerusakan cukup parah.
Warga sekitar Yehembang melaporkan bahwa satu rumah harus diganti atap. Salah satu penduduk terpaksa mengungsi dan bermalam di rumah kerabat terdekat.
Kompol Sartika menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa. Dari data yang dikumpulkan, 10 rumah terdampak, dengan kerugian mulai Rp 500.000 hingga Rp 5.000.000.
Ringkasan: Pada 19 Maret 2024, angin puting beliung menabrak Banjar Pasar, Yehembang, menyebabkan atap rumah terlepas dan asbes terbang. Tidak ada korban jiwa, namun 10 rumah mengalami kerusakan dengan nilai kerugian antara Rp 500.000 dan Rp 5.000.000. Warga perlu bantuan untuk perbaikan dan penggantian atap.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
