Rotman Naibaho Atur Parkir Jemaah Jumat & Misa Katolik

Wulan M. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 78 dibaca
Bisik.id
Rotman Naibaho Atur Parkir Jemaah Jumat & Misa Katolik

Gambar atau konten salah?

Rotman Naibaho terlihat sibuk mengatur parkir jemaah salat Jumat di Puja Mandala. Sambil menata tempat parkir, ia juga mengarahkan arus umat menuju Gereja Katolik Maria Bunda Segala Bangsa di Nusa Dua, Badung, agar dapat mengikuti misa Jumat Agung pada 3 April 2026.

Di Puja Mandala berdiri dua tempat ibadah yang saling berdampingan: Masjid Agung Ibnu Batutah dan Gereja Katolik Maria Bunda Segala Bangsa. Setelah salat Jumat selesai, umat Katolik mulai berdatangan, bahkan sejak pukul 12:00 WITA, meski misa baru akan dimulai dua jam kemudian. Mereka mencari tempat di dalam gereja.

Rotman, yang juga merupakan panitia Paskah gereja, mengatakan: “Puji Tuhan (Jumatan) berjalan dengan baik tadi untuk waktu yang bersamaan dengan Katolik. Sementara kami masih menunggu tamu untuk mengikuti Jumat Agung, dan di sebelah di masjid sudah selesai untuk Jumatan,” ujar Rotman yang merupakan panitia Paskah gereja tersebut, Jumat (3/4/2026).

Keberadaan dua ibadah di tempat yang berdekatan menuntut pengaturan parkir yang cermat agar tidak terjadi kepadatan. Parkir jemaah salat Jumat memanfaatkan area dalam kompleks Puja Mandala hingga depan gereja dan vihara. Sementara parkir umat Katolik diarahkan ke sisi timur, di seberang area Puja Mandala.

Gereja juga menyesuaikan jadwal misa agar tidak berbenturan dengan waktu salat Jumat. Ibadah Jalan Salib dilaksanakan pukul 09:00 WITA, sementara misa Jumat Agung pertama dimulai pukul 14:00 WITA. Koordinator Keamanan Satgas Paroki Maria Bunda Segala Bangsa, Ignatius Jehabut, menjelaskan: “Kami kan misanya jam 2 baru mulai. Nah, kalau salat ya paling jam 12 mulai. Jadi biar teman‑teman yang ke masjid itu bisa mereka pakai lahan parkirnya di luar sini. Nah, kalau kami untuk yang Katolik kami sudah atur parkirannya di timur sana, biar nggak mengganggu parkiran mereka,” ujar Koordinator Keamanan Satgas Paroki Maria Bunda Segala Bangsa, Ignatius Jehabut.

Ignatius melihat bahwa pengaturan tersebut membuat umat merasa nyaman karena tidak terjadi kepadatan berlebih. Ia menambahkan: “Respons umatnya sih mereka senang‑senang saja karena tidak terjadi crowded aja di sini. Artinya untuk lalu lintas juga lancar di luar, jadi pas selesai salat di sebelah, umat kamimasuk ke sini. Jadi lancar saja jadinya,” imbuhnya.

Di masjid, Muhammad Hijri Azhari, salah satu jemaah yang mengikuti salat Jumat, mengaku akan langsung bergegas pulang setelah Jumatan karena mendapat imbauan dari pihak masjid agar memberi ruang bagi persiapan Jumat Agung umat Katolik. Ia berkata: “Jadi tadi ketika selesai Jumatan kami diimbau supaya cepat pulang karena kan memang di sebelah ada kegiatan tertentu. Jadi ketika selesai dari Jumatan, kami diimbau untuk segera pulang agar dari pihak gereja bisa menjalankan event‑nya,” katanya.

Ia juga mengamati jumlah jemaah salat Jumat tetap ramai seperti biasa, hingga lantai dua masjid. Meski bertepatan dengan Jumat Agung, ia tidak merasakan adanya perbedaan dalam peribadatannya. Ia menegaskan: “Nggih, untuk ini nggak terganggu, karena kan memang sudah bekerja sama sama gereja. Memang kalau di sini memang ada timnya, misal tim parkiran seperti itu sudah terbentuk tim,” ucapnya.

Menurutnya, toleransi antarumat beragama di kawasan Puja Mandala sudah terjalin dengan baik dan terus dijaga. Kegiatan bersama ini menunjukkan bahwa koordinasi yang baik dapat menjaga ketertiban dan kenyamanan bagi semua pihak yang beribadah di area tersebut.

Rotman NaibahoPuja MandalaMasjid Agung Ibnu BatutahGereja Katolik Maria Bunda Segala BangsaJumat AgungKoordinasi ParkirToleransi Antarumat

Komentar

Memuat komentar...