Sapi Jumbo 868 Kg di Beli Prabowo Subianto, Rp162,4 Juta
Gambar atau konten salah?
Ketut Sukata dari Banjar Dinas Pondok, Desa Petandakan, Buleleng, Bali, merasakan kegembiraan tak terduga ketika sapi jumbo berukuran 868 kilogram miliknya dibeli oleh Prabowo Subianto. Sapi tersebut, yang dikenal sebagai sapi Bali, dibayar seharga Rp 162,4 juta.
"Pertama dicek tiga sapi, lalu diajukan sebagai kandidat. Hari Jumat saya dikabari sudah deal," tutur Sukata, Rabu 13 Mei 2026. Proses seleksi dimulai dengan tiga ekor sapi yang diperiksa oleh tim dari Dinas Pertanian Buleleng. Setelah evaluasi ketat, satu ekor dinyatakan lolos dan dikunci oleh Kementerian Sekretariat Negara sebagai hewan kurban yang dibeli Presiden untuk Idul Adha.
Meski sudah ada kesepakatan, Sukata masih harus menyelesaikan administrasi. Ia diarahkan ke Denpasar pada 19 Mei 2026 untuk menandatangani dokumen. "Pembayaran belum, nanti tanggal 19 saya ke Denpasar untuk tanda tangan," ujarnya.
Sapi itu awalnya dibeli Sukata seharga Rp 11 juta pada Desember 2022, ketika masih berusia enam bulan dan belum mencapai 100 kilogram. Sejak itu, ia merawat sapi dengan memberi pakan rumput segar dan dedak. Jika kondisi kesehatan menurun, ia menambahkan vitamin agar sapi tetap prima.
Peristiwa ini bukan kali pertama sapi milik Sukata menarik perhatian Istana. Sapi peliharaannya pernah dibeli oleh Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. Saat ini, Sukata masih memelihara empat ekor sapi di kandang miliknya.
"Saya sangat terharu dan berterima kasih. Ini kebanggaan bagi saya," imbuh Sukata. Ia menegaskan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan.
Keputusan Presiden menandai kolaborasi antara peternak lokal dan pemerintah pusat, sekaligus memperkuat nilai tradisi kurban di Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
