Shell Indonesia Siapkan Andri Pratiwa Jadi Presiden Direktur
Gambar atau konten salah?
Shell Indonesia baru saja mengumumkan bahwa Andri Pratiwa akan menjadi Presiden Direktur dan Country Chair perusahaan, mulai 01 Mei 2026. Andri menggantikan posisi yang sebelumnya dipegang oleh Ingrid Siburian.
Meskipun mengambil jabatan baru, Andri tetap memegang posisi General Manager Lubricants Indonesia, sehingga ia dapat melanjutkan proyek-proyek penting di bidang pelumas.
Perubahan kepemimpinan ini diselaraskan dengan strategi Shell untuk terus memperluas bisnis pelumas di Indonesia dan melanjutkan proses pengalihan SPBU Shell ke Citadel Pacific Limited dan Sefas Group, yang telah diumumkan sebelumnya.
“Shell Indonesia tengah memasuki tahap baru dengan berbagai peluang, dan saya berterima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepada saya untuk memimpin perusahaan dalam upaya pertumbuhan sekaligus terus memberikan kontribusi positif bagi perekonomian Indonesia. Kami terus berinvestasi dalam bisnis pelumas, termasuk Pabrik Manufaktur Gemuk atau Grease yang melengkapi fasilitas Pabrik Pelumas Shell di Marunda. Saya menantikan kerja sama yang erat dengan para mitra, pemerintah, pelanggan, serta masyarakat untuk mewujudkan aspirasi kami dan menciptakan nilai jangka panjang secara berkelanjutan,” ujar Andri Pratiwa dalam siaran pers.
Sementara itu, Ingrid Siburian, yang akan mengakhiri masa jabatannya sebagai Presiden Direktur dan Country Chair, akan melanjutkan perannya sebagai General Manager Mobility. Ia juga akan tetap memimpin operasi penting selama periode transisi, memastikan bahwa semua aktivitas tetap berjalan lancar.
Ingrid telah menjabat sebagai Presiden Direktur dan Country Chair Shell Indonesia sejak 01 Juli 2022, ketika ia menggantikan Dian Andyasuri.
Shell Indonesia telah lama berfokus pada distribusi bahan bakar dan pelumas, namun kini menempatkan perhatian lebih pada inovasi pelumas dan kolaborasi dengan mitra lokal. Dengan adanya fasilitas baru di Marunda, perusahaan berharap dapat meningkatkan kapasitas produksi dan menawarkan produk pelumas yang lebih efisien bagi pelanggan di seluruh negeri.
Perubahan kepemimpinan ini menandai langkah strategis Shell Indonesia untuk memperkuat posisi di pasar pelumas sambil menyiapkan transisi SPBU ke pemegang saham baru. Dengan dukungan manajemen senior dan investasi berkelanjutan, perusahaan berharap dapat terus memberikan nilai bagi ekonomi Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Toyota Panggil Produsen Jepang Bersatu Lawan Mobil China
Tragedi Indramayu: 12 Tewas Akibat Pikap Angkut Manusia
BYD Tabrak Kaca Gedung SCBD, Sopir Salah Injak Pedal
Mitsubishi Luncurkan XForce Hybrid, SUV Irit Pertama
Recall Stiker, Subaru Tarik 541 Ribu Mobil di AS
Rincian Tarif SWDKLLJ 2025, Dari Motor hingga Truk
