Siswa SDN 2 Tihingan Raih Nilai 100 di TKA Bahasa Indonesia

Agus P. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 40 dibaca
Bisik.id
Siswa SDN 2 Tihingan Raih Nilai 100 di TKA Bahasa Indonesia

Gambar atau konten salah?

Yuna Putu Rahayu Arisanti, siswi SDN 2 Tihingan, berhasil meraih nilai sempurna 100 pada Tes Kemampuan Akademik (TKA) Bahasa Indonesia. Ia mengaku belajar lebih keras menjelang ujian, dan merasa senang ketika bisa menjawab semua soal dengan benar.

“Mapel Bahasa Indonesia tergolong gampang‑gampang susah karena pertanyaannya kerap membingungkan,” ujarnya. Yuna menambahkan bahwa ia mampu menjawab 30 soal dalam waktu sekitar satu jam. Ia bersyukur dapat menyelesaikan semua soal tersebut.

Namun, Yuna juga mengeluh ketika melihat nilai TKA Matematika yang hanya 73,33. Ia menyesali hasil tersebut dan berharap kedua mata pelajaran dapat mencapai nilai yang lebih baik.

Yuna lahir pada 07 Januari 2014 dan berasal dari Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Bali. Ayahnya, Komang Ariawan, bekerja di kapal pesiar, sementara ibunya, Wayan Yanti Susanti, bekerja di pabrik kayu. Yuna bercita‑cita menjadi apoteker di masa depan.

Wali kelas VI SDN 2 Tihingan, Kadek Adhi Darma, mengekspresikan kebanggaan atas prestasi Yuna. Ia berkata, “Ini sangat membanggakan bagi kami. Hal ini menunjukkan prestasi dan kemampuan siswa kami yang baik meskipun sekolah kami kecil.”

Plt Kepala SDN 2 Tihingan, Ni Wayan Ekawati, menjelaskan bahwa rencana peleburan SDN 2 Tihingan dengan SDN 3 Tihingan telah diusulkan tahun sebelumnya. Namun, usulan tersebut ditolak oleh orang tua siswa dan komite sekolah. “Karena orang tua tidak mau. Itu sebabnya diulur lagi rencana ini. Tapi sekarang mau lagi, pasti orang tua tidak setuju,” jelas Ekawati.

Ekawati menegaskan bahwa jumlah siswa SDN 2 Tihingan tidak banyak. Meski begitu, ia menyoroti nilai 100 yang diraih Yuna sebagai bukti bahwa siswanya mampu bersaing dengan sekolah-sekolah besar yang memiliki jumlah siswa lebih banyak.

Situasi ini menyoroti tantangan yang dihadapi sekolah kecil di daerah terpencil, di mana upaya mempertahankan kualitas pendidikan harus diimbangi dengan dukungan keluarga dan kebijakan pendidikan. Yuna, sebagai contoh, menunjukkan bahwa tekad dan kerja keras dapat menghasilkan prestasi yang menginspirasi, meski di tengah rencana penggabungan sekolah dan keterbatasan sumber daya.

Yuna Putu Rahayu ArisantiNilai 100 TKA Bahasa IndonesiaSDN 2 TihinganPeleburan SekolahPendidikan Daerah TerpencilTekad dan Kerja KerasApoteker

Komentar

Memuat komentar...