Stok BBM Shell Kosong di Semua SPBU, Waktu Kembali Belum Tahu
Gambar atau konten salah?
BBM Shell masih kosong di semua SPBU berlogo kerang kuning. Sejak 01 Januari 2026, tidak ada satu pun SPBU Shell yang menampung BBM jenis Super sampai V‑Power. Pengguna bertanya, kapan stok akan kembali?
Di media sosial, akun resmi Shell Indonesia menanggapi pertanyaan tersebut. Dalam komentar, mereka tidak memberi tanggal pasti. “Terima kasih sudah jadi pelanggan setia Shell ya kak dan maaf atas ketidaknyamanannya. Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah terkait permohonan rekomendasi impor BBM tahun 2026 sesuai dengan tata laksana yang berlaku,” tulis akun shell_indonesia.
Sudah tidak pertama kalinya Shell mengangkat isu ini. Pada 01 Januari 2026, President Director and Managing Director Mobility Shell Indonesia, Ingrid Siburian, mengungkapkan bahwa perusahaan masih berkoordinasi dengan pemerintah. Ia mengatakan, “Kami berkoordinasi dengan pemerintah terkait dan pemangku kepentingan lainnya agar berbagai varian produk BBM tersedia kembali di jaringan SPBU Shell sesuai standar bahan bakar berkualitas Shell.”
Di sisi lain, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memberi perlakuan khusus kepada kelompok tertentu dalam distribusi energi. Ia mengajak pelaku usaha swasta untuk menerapkan skema B2B. “Bagi kelompok‑kelompok yang pengin untuk tetap survive dan punya stok, ya silakan berkolaborasi dengan badan‑badan usaha lain,” ujarnya.
Perkiraan penyediaan BBM masih bergantung pada proses rekomendasi impor. Shell menegaskan bahwa mereka berupaya memastikan varian BBM kembali tersedia sesuai standar. Namun, belum ada indikasi kapan stok akan terisi. Pengguna SPBU Shell harus menunggu keputusan pemerintah.
Stok kosong ini menambah beban bagi pengguna yang biasa mengisi bahan bakar di SPBU Shell. Mereka kini harus mencari alternatif di SPBU lain. Meskipun demikian, Shell tetap berkomitmen menjaga kualitas dan ketersediaan produk di masa depan.
Secara keseluruhan, situasi ini menyoroti ketergantungan pada proses regulasi dan koordinasi antara perusahaan swasta dan pemerintah. Keterlambatan impor BBM mempengaruhi jaringan SPBU swasta, sementara pemerintah mengajak kolaborasi antar pelaku usaha untuk menjaga kelangsungan pasokan. Penyelesaian masalah ini akan memerlukan waktu, namun semua pihak berusaha mencari solusi bersama.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Toyota Panggil Produsen Jepang Bersatu Lawan Mobil China
Tragedi Indramayu: 12 Tewas Akibat Pikap Angkut Manusia
BYD Tabrak Kaca Gedung SCBD, Sopir Salah Injak Pedal
Mitsubishi Luncurkan XForce Hybrid, SUV Irit Pertama
Recall Stiker, Subaru Tarik 541 Ribu Mobil di AS
Rincian Tarif SWDKLLJ 2025, Dari Motor hingga Truk
