Suhu Malam Denpasar Dingin, BBMKG Jelaskan Penyebab
Gambar atau konten salah?
Di Denpasar, beberapa warga melaporkan suhu terasa lebih dingin pada malam hingga pagi hari. Fenomena ini sudah terjadi di beberapa wilayah Bali dalam beberapa hari terakhir.
Menurut Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar, kondisi ini dianggap normal dan rutin muncul saat puncak musim kemarau. Maria Octorina, petugas BBMKG Wilayah III Denpasar, menjelaskan bahwa suhu yang lebih dingin biasanya terjadi di bulan Juni, Juli, dan Agustus. Ia menyebut bahwa penyebabnya adalah gerak semu tahunan matahari dan aktifnya monsun Australia.
"Suhu udara yang terasa lebih dingin di malam hari terjadi di bulan Juni, Juli, dan Agustus. Disebabkan oleh gerak semu tahunan matahari dan aktifnya monsun Australia," jelas Maria Octorina, Jumat (29 Mei 2026).
Maria menambahkan bahwa posisi matahari saat ini berada di Belahan Bumi Utara (BBU). Akibatnya, wilayah Indonesia bagian selatan khatulistiwa, termasuk Bali, mengalami defisit penyinaran matahari. Selain itu, Australia yang sedang memasuki musim dingin turut memengaruhi suhu udara di Bali.
"Dengan tekanan udaranya yang relatif tinggi, terjadi pergerakan massa udara yang sifatnya dingin dari Australia menuju Indonesia melewati wilayah Bali dan sekitarnya," terangnya.
Ia juga menjelaskan bahwa langit yang cenderung cerah dengan sedikit tutupan awan akan mengakibatkan panas radiasi matahari langsung yang dilepas ke atmosfer. Akibatnya, udara terasa lebih dingin, terutama menjelang pagi.
"Sehingga udara dekat permukaan terasa lebih dingin terutama pada malam hari hingga pagi hari," sambungnya.
Maria mencatat bahwa suhu udara di beberapa wilayah Bali, khususnya Jembrana, dalam 24 jam terakhir tercatat mencapai sekitar 20 derajat Celsius. Ia menegaskan bahwa fenomena suhu dingin tersebut masih tergolong normal dan terjadi berulang setiap tahun saat musim kemarau.
"Terjadi berulang setiap tahunnya di tiga bulan tersebut. Umumnya mulai terasa pada malam hari, pukul 19.00 hingga 20.00 Wita dan mencapai titik terendahnya pada dini hari hingga pagi, dari pukul 04.00 Wita hingga 06.00 Wita," pungkasnya.
Perubahan suhu ini disebabkan oleh kombinasi posisi matahari, tekanan udara tinggi, dan pergerakan massa udara dingin dari Australia. Meskipun terasa lebih dingin, kondisi ini dianggap biasa bagi wilayah Bali selama musim kemarau.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
