Tabrakan di Jalur Tengkorak Bali, Bayi Luka
Gambar atau konten salah?
Kecelakaan lalu lintas terjadi lagi di jalur Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di wilayah Jembrana, Bali. Jalur ini memang dikenal rawan kecelakaan. Kali ini, sebuah mobil Suzuki APV bertabrakan dengan pikap Isuzu Traga yang membawa muatan sayur. Tiga orang terluka dalam insiden ini, termasuk seorang bayi yang masih berusia delapan bulan.
Kapolsek Negara, AKP Andi Prasetio, menjelaskan kecelakaan itu terjadi pada pukul 20.20 Wita, Senin 13 Juli 2026. Lokasinya berada di KM 98-99, wilayah Banjar Banyubiru, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Jembrana.
Menurut Prasetio, kronologi kejadian bermula ketika Suzuki APV bernomor polisi DK 1005 IC melaju dari arah timur, yaitu Denpasar, menuju arah barat, yaitu Gilimanuk. Mobil itu dikemudikan oleh Ahmad Qois Miftahurrahman, yang berusia 21 tahun. Saat melintas di tempat kejadian, tiba-tiba mobil APV tersebut bergerak ke kanan dan masuk ke jalur lawan.
"Pada saat yang bersamaan, dari arah berlawanan datang pikap Isuzu Traga bernomor polisi P 8949 VM yang dikemudikan Komarudin (49) asal Banyuwangi. Karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan hebat pun tidak dapat terhindarkan," ungkap Prasetio saat dikonfirmasi pada Selasa 14 Juli 2026.
Benturan keras itu membuat bagian depan kedua kendaraan ringsek. Pikap Isuzu bahkan terguling ke sisi kanan jalan. Akibatnya, muatan sayuran yang diangkut berhamburan di tengah jalan. Kerugian materi akibat peristiwa ini diperkirakan mencapai Rp 25 juta.
Pengemudi Suzuki APV, Ahmad Qois Miftahurrahman, mengalami luka lecet di dahi. Ia juga menderita luka robek pada jari kelingking tangan kanan dan kaki kirinya. Sementara anaknya, Khadijah Nada Salsabilah, yang masih berusia delapan bulan dan berada di dalam mobil, mengalami luka robek yang cukup serius di bagian dahi.
Pengemudi pikap, Komarudin, mengalami luka lecet di pelipis mata kanan. Ia juga mengeluhkan sakit pada kaki kanannya. Polisi memastikan tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini.
"Tiga orang dilaporkan mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke fasilitas medis terdekat. Seluruh korban dalam kondisi sadar saat dievakuasi dan langsung mendapatkan perawatan medis," kata Prasetio.
Prasetio mengimbau para pengendara untuk selalu waspada dan menjaga konsentrasi saat melintasi jalur Denpasar-Gilimanuk. Ia menekankan hal ini terutama jika berkendara pada malam hari, karena minimnya lampu penerangan jalan di sejumlah titik.
Kecelakaan ini menambah panjang daftar insiden di jalur yang dijuluki jalur tengkorak tersebut. Faktor manusia dan kondisi jalan yang kurang penerangan menjadi perhatian utama. Ketiga korban saat ini sudah mendapatkan perawatan medis dan dilaporkan dalam kondisi sadar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
