Tepache: Minuman Fermentasi Kulit Nanas, Bantu Pencernaan
Gambar atau konten salah?
Tepache adalah minuman fermentasi tradisional asal Meksiko yang kini semakin dikenal di Indonesia. Minuman ini dibuat dari kulit nanas yang direndam bersama air dan gula, lalu dibiarkan berfermentasi selama beberapa hari. Hasilnya adalah minuman segar dengan rasa manis dan sedikit asam, sekaligus memanfaatkan bagian kulit buah yang biasanya dibuang.
Bagian kulit nanas ternyata mengandung banyak enzim, antioksidan, dan mikroorganisme alami yang muncul selama proses fermentasi. Kombinasi tersebut sering dikaitkan dengan manfaat bagi pencernaan dan daya tahan tubuh. Tepache menjadi pilihan yang relevan setelah periode makan berat, misalnya saat Lebaran, ketika hidangan bersantan, daging berlemak, dan kue manis membuat pencernaan bekerja lebih keras.
Setelah makan berat, tubuh sering mengalami kembung, sembelit, atau rasa tidak nyaman di lambung. Fermentasi kulit nanas menambahkan bakteri baik ke dalam sistem pencernaan. Bakteri ini membantu menyeimbangkan kembali lingkungan usus, sehingga pencernaan menjadi lebih ringan setelah beberapa hari pola makan berat.
Kalium yang tinggi dalam kulit nanas menjadi salah satu alasan mengapa minuman ini dapat membantu mengontrol tekanan darah. Studi ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal Eduhealth pada tahun 2025 menunjukkan bahwa kalium berperan penting dalam menjaga keseimbangan cairan dan mendukung fungsi sistem peredaran darah. Asupan kalium yang cukup membantu tubuh menyeimbangkan kadar natrium, sehingga tekanan pada pembuluh darah dapat berkurang. Hal ini penting terutama setelah periode makan dengan kandungan garam dan lemak tinggi, seperti saat Lebaran.
Hidangan khas Lebaran sering diolah dengan santan, garam, serta bumbu yang kuat. Konsumsi makanan seperti ini dalam beberapa hari dapat membuat tekanan darah meningkat pada sebagian orang. Minuman fermentasi dari kulit nanas seperti tepache mengandung mineral dan senyawa alami yang membantu tubuh kembali menyeimbangkan metabolisme setelah pola makan berat.
Penelitian dalam jurnal Nutrients pada tahun 2022 menunjukkan bahwa makanan dan minuman fermentasi dapat membantu meningkatkan keragaman dan keseimbangan mikrobiota usus. Keragaman bakteri baik (probiotik) ini berkaitan dengan kesehatan pencernaan serta sistem kekebalan tubuh. Perubahan pola makan selama Lebaran sering memengaruhi keseimbangan bakteri di usus, karena konsumsi makanan tinggi lemak dan gula membuat pencernaan bekerja lebih berat. Kondisi ini sering memicu keluhan seperti perut kembung, sembelit, atau rasa penuh di perut. Tepache mengandung bakteri baik yang membantu lingkungan usus kembali seimbang, sehingga pencernaan terasa lebih nyaman.
Bromelain, enzim yang ditemukan dalam nanas, membantu memecah protein selama proses pencernaan. Penelitian dalam jurnal Food Chemistry menjelaskan bahwa bromelain banyak dikaitkan dengan kemampuan tubuh dalam mengolah makanan tinggi protein. Beberapa penelitian juga menunjukkan bromelain memiliki sifat antiinflamasi yang membantu meredakan peradangan ringan di dalam tubuh. Hidangan Lebaran sering mengandung protein dan lemak dalam jumlah cukup tinggi, sehingga tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk mencerna jenis makanan ini. Situasi tersebut kadang menimbulkan rasa penuh di perut, kembung, hingga buang air besar yang tidak lancar. Efek antiinflamasi dari bromelain sering dikaitkan dengan kemampuannya membantu meredakan rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan setelah makan berat. Kondisi pencernaan yang lebih tenang membantu pergerakan usus kembali normal, sehingga tepache sering dikaitkan dengan manfaat membantu mengatasi sembelit yang muncul setelah periode makan berat seperti saat Lebaran.
Penelitian dalam jurnal Eduhealth pada tahun 2025 menyatakan bahwa kulit nanas mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti antioksidan. Penelitian lain mengatakan bahwa proses fermentasi pada buah dapat meningkatkan kandungan senyawa fenolik dan aktivitas antioksidan. Senyawa ini berperan membantu menetralkan radikal bebas yang terbentuk selama proses metabolisme di dalam tubuh. Radikal bebas dapat meningkat ketika tubuh menerima asupan lemak dan gula dalam jumlah tinggi. Pola makan seperti ini sering terjadi selama Lebaran, ketika hidangan bersantan, gorengan, dan kue manis dikonsumsi lebih sering dari biasanya. Kondisi tersebut membuat metabolisme bekerja lebih keras sehingga tubuh bisa terasa mudah lelah dan pencernaan terasa kurang nyaman. Minuman fermentasi seperti tepache menghadirkan kombinasi probiotik dan antioksidan dari buah nanas, membantu tubuh menghadapi radikal bebas sekaligus mendukung keseimbangan pencernaan. Saat kondisi pencernaan kembali stabil, tubuh biasanya terasa lebih ringan setelah beberapa hari pola makan berat selama Lebaran.
Dengan memanfaatkan kulit nanas, tepache tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga menawarkan manfaat kesehatan yang beragam. Dari menyeimbangkan mikrobiota usus hingga membantu menurunkan tekanan darah, tepache menjadi minuman yang dapat dipertimbangkan sebagai pelengkap setelah hidangan berat. Selain itu, kandungan antioksidan dan enzim bromelain memberikan perlindungan tambahan bagi sistem pencernaan dan metabolisme tubuh.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
