Tips Aman Berkendara Saat Jalan Berlubang Musim Hujan

Cahyo S. · 2 min baca · 4 bulan lalu · 83 dibaca
Bisik.id
Tips Aman Berkendara Saat Jalan Berlubang Musim Hujan

Gambar atau konten salah?

Kondisi jalan yang rusak akibat genangan air di musim hujan kerap menimbulkan masalah bagi pengendara. Banyak kendaraan dilaporkan mengalami kerusakan, mulai dari ban pecah hingga kerusakan lainnya.

Erreza Hardian, praktisi keselamatan berkendara dari Direktorat Keselamatan Berkendara Ikatan Motor Indonesia (IMI), memberikan beberapa panduan agar pengendara tetap aman saat menghadapi jalanan yang buruk.

Langkah paling efektif, menurut Reza, adalah mengurangi mobilitas. "Usahakan tidak berada di jalan pada kondisi saat ini. Kurangi perjalanan jika memungkinkan. Itu cara paling efektif menurunkan risiko. Pilihan kedua adalah menggunakan transportasi umum," ujar Reza pada Kamis (29/01/2026).

Jika perjalanan dengan kendaraan pribadi tetap harus dilakukan, mengurangi kecepatan adalah kunci utama. Kecepatan rendah memberi waktu lebih banyak untuk melihat, menganalisis situasi, dan bereaksi.

Reza menyarankan pengemudi untuk memperhatikan kondisi sekitar. "Lihat pergerakan dua hingga tiga mobil di depan. Jika terlihat goyang-goyang, itu pertanda ada genangan air, dan kemungkinan besar di bawahnya ada lubang," jelasnya.

Bagi pengemudi mobil, penting untuk memahami jenis ban yang digunakan. Jika memakai ban radial (ditandai kode 'R'), tekanan angin harus disesuaikan dengan rekomendasi pabrikan. Ban radial memiliki dinding samping yang tipis, sehingga tekanan angin sangat krusial.

Informasi mengenai tekanan ban standar biasanya tertera di buku manual kendaraan atau di bagian sisi pintu mobil. Tekanan ini berbeda tergantung pada beban muatan.

Memastikan tekanan angin sesuai rekomendasi penting karena ban berfungsi sebagai bagian dari sistem suspensi. Jika angin kurang, ban bisa menekuk atau bahkan melipat saat melewati permukaan yang tidak rata. Ini meningkatkan risiko ban pecah.

Reza menambahkan, ukuran ban yang tidak sesuai dan kecepatan tinggi akan melipatgandakan gaya yang bekerja pada ban. Tekanan yang kurang juga memicu panas berlebih saat terjadi perjalanan panjang dengan pola berhenti dan jalan (stop and go), yang pasti akan menyebabkan ban pecah. Kerusakan juga bisa menimpa velg, terutama jika velg tidak standar.

Situasi ini lebih menantang bagi pengendara sepeda motor. Mereka perlu meningkatkan keterampilan berkendara. "Istilah kami para instruktur adalah upgrading skill. Ada teknik khusus yang berbeda untuk setiap tipe motor," kata Reza.

Untuk tindakan cepat yang bisa dilakukan semua pengendara motor, Reza menyarankan:

  • Jangan menggenggam setang terlalu erat. Pegangan yang rileks memungkinkan motor sedikit bergoyang tanpa memindahkan seluruh guncangan ke tubuh bagian atas.
  • Berdiri sedikit di pijakan kaki (jika aman). Menggunakan kaki sebagai peredam kejut tambahan dapat mengurangi transfer guncangan ke tubuh, sehingga menurunkan risiko terjatuh.

Ringkasan

Menghadapi jalan rusak saat musim hujan memerlukan kewaspadaan tinggi. Pengendara dianjurkan mengurangi perjalanan atau beralih ke transportasi umum. Jika harus mengemudi, kecepatan harus dikurangi untuk memberikan waktu respons yang cukup. Pengemudi mobil harus memperhatikan tekanan angin ban radial sesuai standar pabrikan karena ban berperan sebagai suspensi. Pengendara motor disarankan untuk melonggarkan genggaman setang dan menggunakan kaki sebagai peredam kejut sekunder saat aman.

Jalan berlubangMusim hujanKeselamatan berkendaraTekanan banTeknik berkendara motorMengurangi kecepatan

Komentar

Memuat komentar...