Tol Gilimanuk-Mengwi: 12,7 Triliun Investasi, Tol Paruh
Gambar atau konten salah?
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, mengungkapkan rencana lanjutan proyek Tol Gilimanuk-Mengwi pada 17 April 2026. Proyek ini diperkirakan akan mulai beroperasi pada 2031 dan menjadi bagian penting dalam infrastruktur Bali.
Dody menjelaskan bahwa pemerintah sedang merancang skema investasi yang lebih menarik untuk memikat investor. Salah satu langkahnya adalah menyesuaikan pembagian ruas jalan. Tidak semua jalur akan dibangun sebagai tol; hanya segmen dengan potensi lalu lintas tinggi dan kelayakan finansial yang akan dijadikan tol, sementara sisanya tetap menjadi jalan nasional.
“Kami kerjakan di Gilimanuk-Mengwi, kan akhirnya kami potong tuh. Gilimanuk-Mengwi itu seingat saya tidak seluruh ruas jalan kami bikin tol, tapi cuman sebagian. Sebagian yang kira-kira itu cukup besar dan menarik investor, itu dijalantolkan, sementara sisanya kami bikin jadi jalan nasional,”
Menurut Dody, model pengerjaan proyek seperti itu dianggap solusi keberlanjutan. Ia menegaskan percepatan pembangunan di Bali sebagai prioritas, mengingat peran pulau ini sebagai destinasi pariwisata utama Indonesia. “Saya punya kewajiban untuk membuat Bali itu menjadi destinasi, tetap menjadi destinasi wisata utama dunia. Tugas saya kan seperti itu. Jadi, makanya saya kemarin saya dorong agar Gilimanuk-Mengwi itu tetap bisa jalan. Makanya kemudian dilakukan kombinasi. Jadinya full tol menjadi sebagian tol dan sebagian jalan nasional,”
Wakil Menteri PU, Diana Kusumastuti, menambahkan bahwa proyek ini diperkirakan membutuhkan anggaran sebesar Rp 12,7 triliun. Ia juga menyebutkan rincian biaya: Rp 8,52 triliun untuk konstruksi dan Rp 9 triliun untuk dukungan konstruksi. “Kebutuhan investasi yang diperlukan adalah Rp 12,7 triliun, dan rincian biaya konstruksi sebesar Rp 8,52 triliun, dan biaya dukungan konstruksi sebesar Rp 9 triliun,”
Proyek ini bertujuan mempersingkat waktu tempuh dari Gilimanuk ke Mengwi, yang sebelumnya memakan waktu sekitar enam jam, menjadi kurang lebih tiga jam. Namun, hingga saat ini, pihaknya masih dalam tahap penyusunan analisis dampak lingkungan (AMDAL) dan analisis dampak lalu lintas, termasuk rekomendasi kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang dan dokumen perencanaan pengadaan tanah.
Dengan strategi kombinasi tol dan jalan nasional, pemerintah berharap dapat menyeimbangkan kebutuhan investasi, kelayakan finansial, dan manfaat bagi masyarakat. Proyek ini tetap menjadi fokus utama dalam upaya memperkuat posisi Bali sebagai tujuan wisata utama di dunia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
