TOSS Center Gema Santi Terhambat Pengolahan Sampah Klungkung
Gambar atau konten salah?
Di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung, Bali, tumpukan sampah residu menumpuk di Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) Center Gema Santi. Sampah yang tidak dapat didaur ulang menambah beban Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Klungkung. Menurut Kepala DLHP, I Dewa Komang Aswin, “Ini kami terus putar otak. Bagaimana mengatasi tumpukan sampah residu ini. Dulu sebelum TPA Sente ditutup, sampah residu dari sini kami buang ke sana. Sekarang satu‑satunya tempat di sini.”
Perkiraan volume sampah harian di wilayah perkotaan mencapai 30 hingga 35 ton per hari. Namun kemampuan pengolahan dengan peralatan yang ada, tanpa melibatkan pihak ketiga, masih di bawah 20 ton per hari. Kondisi ini menambah tekanan pada TOSS Center, yang sudah mengalami kelebihan kapasitas sejak aturan pembayaran pengolahan sampah dicabut.
Peralatan yang dimiliki TOSS Center belum optimal. Dari tiga mesin yang tersedia, satu dalam kondisi rusak. Meski demikian, DLHP Klungkung berusaha memaksimalkan kapasitas yang ada. Salah satu langkahnya adalah menunggu kedatangan tiga mesin pengolah sampah dari perusahaan Andersons. Dengan tambahan mesin tersebut, kapasitas pengolahan diperkirakan dapat mencapai 24 ton per hari.
Perusahaan pengolah sampah Andersons berencana melakukan uji coba tanpa pembiayaan pengolahan atau tipping fee. Langkah ini dianggap membantu mengatasi kendala aturan pembiayaan yang telah dicabut oleh kementerian. Sementara menunggu uji coba, DLHP Klungkung juga berkoordinasi dengan Badan Pengelola Keuangan dan Pajak (BPKP) serta meminta pendapat hukum dari kejaksaan.
Opsi lain yang dipersiapkan adalah mengajukan pengadaan alat pengolah sampah melalui anggaran perubahan. “Jadi setelah nanti ada alat baru dan kita bisa menerapkan tipping fee dengan pihak ketiga, kita akan mampu mengolah sampai 80 ton per hari. Dan itu sudah sangat aman,” jelas Aswin. Ia menambahkan bahwa sejumlah desa kini sudah mampu mengolah sampah secara mandiri. Tanpa hal itu, gunungan sampah residu di TOSS Center diperkirakan akan terus meningkat.
08 April 2026 menandai hari ketika Kepala DLHP Klungkung menemui TOSS Center Gema Santi. Dalam pertemuan tersebut, ia menegaskan pentingnya solusi jangka panjang untuk menanggulangi masalah sampah residu. Dengan menunggu mesin baru, melakukan uji coba tanpa tipping fee, dan memanfaatkan dukungan keuangan serta hukum, DLHP berharap kapasitas pengolahan dapat ditingkatkan secara signifikan. Sementara itu, desa-desa di sekitar tetap berusaha mengelola sampah secara mandiri, menambah tekanan pada sistem pengolahan pusat. Keterbatasan peralatan dan regulasi yang berubah menjadi tantangan utama bagi upaya pengelolaan sampah di wilayah ini.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
