TOSS Center Gema Santi Terhambat Pengolahan Sampah Klungkung

Bayu K. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 116 dibaca
Bisik.id
TOSS Center Gema Santi Terhambat Pengolahan Sampah Klungkung

Gambar atau konten salah?

Di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung, Bali, tumpukan sampah residu menumpuk di Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) Center Gema Santi. Sampah yang tidak dapat didaur ulang menambah beban Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Klungkung. Menurut Kepala DLHP, I Dewa Komang Aswin, “Ini kami terus putar otak. Bagaimana mengatasi tumpukan sampah residu ini. Dulu sebelum TPA Sente ditutup, sampah residu dari sini kami buang ke sana. Sekarang satu‑satunya tempat di sini.”

Perkiraan volume sampah harian di wilayah perkotaan mencapai 30 hingga 35 ton per hari. Namun kemampuan pengolahan dengan peralatan yang ada, tanpa melibatkan pihak ketiga, masih di bawah 20 ton per hari. Kondisi ini menambah tekanan pada TOSS Center, yang sudah mengalami kelebihan kapasitas sejak aturan pembayaran pengolahan sampah dicabut.

Peralatan yang dimiliki TOSS Center belum optimal. Dari tiga mesin yang tersedia, satu dalam kondisi rusak. Meski demikian, DLHP Klungkung berusaha memaksimalkan kapasitas yang ada. Salah satu langkahnya adalah menunggu kedatangan tiga mesin pengolah sampah dari perusahaan Andersons. Dengan tambahan mesin tersebut, kapasitas pengolahan diperkirakan dapat mencapai 24 ton per hari.

Perusahaan pengolah sampah Andersons berencana melakukan uji coba tanpa pembiayaan pengolahan atau tipping fee. Langkah ini dianggap membantu mengatasi kendala aturan pembiayaan yang telah dicabut oleh kementerian. Sementara menunggu uji coba, DLHP Klungkung juga berkoordinasi dengan Badan Pengelola Keuangan dan Pajak (BPKP) serta meminta pendapat hukum dari kejaksaan.

Opsi lain yang dipersiapkan adalah mengajukan pengadaan alat pengolah sampah melalui anggaran perubahan. “Jadi setelah nanti ada alat baru dan kita bisa menerapkan tipping fee dengan pihak ketiga, kita akan mampu mengolah sampai 80 ton per hari. Dan itu sudah sangat aman,” jelas Aswin. Ia menambahkan bahwa sejumlah desa kini sudah mampu mengolah sampah secara mandiri. Tanpa hal itu, gunungan sampah residu di TOSS Center diperkirakan akan terus meningkat.

08 April 2026 menandai hari ketika Kepala DLHP Klungkung menemui TOSS Center Gema Santi. Dalam pertemuan tersebut, ia menegaskan pentingnya solusi jangka panjang untuk menanggulangi masalah sampah residu. Dengan menunggu mesin baru, melakukan uji coba tanpa tipping fee, dan memanfaatkan dukungan keuangan serta hukum, DLHP berharap kapasitas pengolahan dapat ditingkatkan secara signifikan. Sementara itu, desa-desa di sekitar tetap berusaha mengelola sampah secara mandiri, menambah tekanan pada sistem pengolahan pusat. Keterbatasan peralatan dan regulasi yang berubah menjadi tantangan utama bagi upaya pengelolaan sampah di wilayah ini.

TOSS CenterDLHP Klungkungsampah residumesin pengolah sampahtipping feepengolahan sampahregulasi pembiayaankapasitas pengolahan

Komentar

Memuat komentar...